Kemdagri: 43 dari 270 Wilayah Pilkada Masuk Zona Aman Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemdagri: 43 dari 270 Wilayah Pilkada Masuk Zona Aman Covid-19

Minggu, 21 Juni 2020 | 18:08 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menyebut ada 43 kabupaten dan kota yang akan melaksanakan Pilkada 9 Desember 2020 aman atau bebas dari penyebaran virus corona atau Covid 19. Sementara sisanya 227 daerah atau wilayah sudah tepapar Covid 19 dengan tingkat penyebaran berbeda-beda.

"Sebanyak 43 Kabupaten/Kota berada dalam zona aman dan belum tercatat penyebaran Covid-19, 77 Kabupaten/Kota berada di zona kuning," kata Plt. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA di Jakarta, Minggu (21/6/2020).

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan empat zona atau warna untuk penyebaran Covid 29 yaitu merah, oranye, kuning dan hijau. Warna hijau adalah untuk zona aman atau bebas Covid. Zona kuning merupakan tingkat penularan Covid yang landai. Sementara zona merah dan oranye adalah zona dengan penyebaran Covid yang tinggi.

Safrizal menjelaskan ada 101 kabupaten dan kota berwarna oranye, serta 40 kabupaten/kota berwarna merah. Sementara untuk propinsi yang menggelar Pilkada, 2 provinsi berada pada zona kuning, 4 provinsi zona berwarna orange, dan 3 provinsi berwarna merah.

"Ini penting dicermati oleh semua penyelenggara. Tiap warna ini memiliki pola tindakan atau pola pencegahan, atau pola penanganan sendiri-sendiri. Ini perlu dipelajari dan dicermati sehingga proses penyelenggaran tetap bisa dijalankan dalam tiap warna namun dalam protokol kesehatan yang berbeda di tiap keadaan warnanya,” jelas Safrizal.

Dia berharap pemetaan wilayah atau zonasi penyebaran Covid-19 di tiap daerah yang melaksanakan Pilkada menjadi alat ukur pelaksanaan protokol kesehatan. Hal itu agar pelaksanaan Pilkada 2020 tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

"Kita perlu mengawal agenda pelaksanaan Pilkada secara serentak walaupun pandemi masih berlangsung. Kita tidak mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir,” tegas Safrizal.

Menurutnya, kondisi ketidakpastian yang terjadi sekarang harus disikapi dengan bijak. Setiap kegiatan, termasuk Pilkada, tidak boleh berhenti, tetapi harus dilakukan dengan pola tatanan baru yaitu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, sarung tangan, sering cuci tangan, jaga jarak dan protokol lainnya.

"Kita tidak mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir, sebelum vaksin ditemukan. Tentu agenda nasional tidak dapat menggantungkan diri kepada ketidakpastian. Kita harus memiliki ancang-ancang ketidakpastian, namun yang paling penting adalah protokol kesehatan yang kita gunakan akan dilaksanakan dengan disiplin. Dengan kesadaran yang tinggi dan dengan tahapan-tahapan yang direncanakan,” tutup Safrizal.

Sementara Pelaksana Tugas Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar berharap Pilkada serentak 2020 bisa melahirkan pemimpin kritis yang mampu menghadapi kondisi krisis. Pasalnya, tidak banyak pemimpin yang dapat menghadapi situasi krisis dan membawa optimisme ditengah masyarakat.

"Pandemi ini bisa melahirkan pemimpin terbaik, pemimpin kritis yang memimpin dalam kondisi krisis, bukan pemimpin biasa, karena kondisinya berbeda. Pemimpin yang banyak galau dan suka baper (bawa perasaan, Red) justru tidak cocok memimpin disaat krisis. Karena disaat krisis, pemimpin harus memberikan kepastian, semangat, optimisme, supaya masyarakat tidak larut dalam keadaan itu," ujar Bachtiar yang juga Kepala Pusat Penerangan Kemdagri.

Menurutnya, Pilkada serentak 2020 sebagai instrumen atau alat untuk negara bangkit. Dengan Pilkada, masyarakat harus mulai percaya diri lagi, harus bergerak kembali, dan menjalankan aktivitas seperti biasa tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Kebijakan Pilkada dilanjutkan tahun 2020 bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Jadi jangan dipandang sekadar memilih pemimpin tetapi bagian dari aktivitas sosial kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan kita. Bagian dari tatanan kenormalan baru kehidupan berdemokrasi," tutur Bachtiar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemhub Jamin Distribusi Logistik Lewat Tol Laut

Kemhub menjamin distribusi logistik melalui tol laut di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Dirut RSUD Dr Soetomo: 12 Dokter PPDS Unair Terpapar Covid-19

12 orang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Airlangga terkonfirmas telah terpapar Covid-19.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Pengunjung Padati Objek Wisata di Kota Jambi, Protokol Covid-19 Kian Terabaikan

Peningkatan pengunjung objek wisata di Kota Jambi kurang diikuti dengan ketaatan terhadap protokol kesehatan dan keamanan Covid-19.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Pengamat Nilai Indonesia Terlalu Cepat Terapkan Pelonggaran PSBB

Agus Pambagio menilai, selama terjadi pandemi Covid-19, pemerintah banyak keluarkan kebijakan yang tidak jela, bahkan kerap bertolak belakang.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Astafsus Wapres: Ketahanan Pangan Tak Lepas dari Peran Serta Masyarakat

Ketahanan pangan di Indonesia tak dapat dilepaskan dari peran serta masyarakat.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Abu Erupsi Merapi Merata Guyur Magelang

Hujan abu akibat erupsi Merapi terjadi di wilayah Magelang Jawa Tengah, Kecamatan Srumbung, menjadi wilayah dengan intensitas hujan abu cukup deras

NASIONAL | 21 Juni 2020

PKM Diperpanjang, Objek Wisata di Semarang Dibuka

Pemerintah Kota Semarang memutuskan memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) hingga 8 Juli mendatang. Namun akan membuka destinasi wisata.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Terduga Teroris di Maluku Terkait Jaringan MIT Ali Kalora

Para terduga teroris yang ditangkap di Ambon, Maluku beberapa pekan terakhir dipastikan terkait Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Pemkab Lebong Izinkan Warga Gelar Pesta Perkawinan Mulai Awal Juli

Pemkab Lebong, Bengkulu berencana awal Juli akan mengizinkan masyarakat untuk menggelar acara pesta dengan menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 21 Juni 2020

Sejak Januari 2020, Merapi Sudah Erupsi 11 Kali

Sejak Januari 2020, erupsi Gunung Merapi tercatat sudah terjadi 11 kali.

NASIONAL | 21 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS