Kemkominfo Berterima Kasih kepada Media

Kemkominfo Berterima Kasih kepada Media
Staf Khusus Menteri Kominfo Prof Dr Henri Subiakto.
Carlos KY Paath / JAS Minggu, 21 Juni 2020 | 20:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengapresiasi peran media di tengah pandemi Covid-19. Berbagai informasi dan produk jurnalistik seluruh insan pers telah membuat masyarakat memahami bahaya Covid-19.

"Kami terima kasih kepada media-media. Kenyataannya, media mampu untuk membantu mengajak masyarakat, minimal masyarakat tahu Covid-19 ini berbahaya. Kemudian kalau dulu mungkin orang jarang pakai masker, sekarang pakai masker," kata Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto.

Hal itu disampaikan Henri dalam seminar daring bertajuk "Diseminasi Informasi di Era Pandemi Covid-19", Minggu (21/6/2020). "Mau tidak mau sekarang ada perubahan. Sebelum Covid orang belum punya pola hidup sehat, pola kerja sehat, dan pola pikir sehat. Adaptasi kebiasaan baru sekarang kita terima sebagai keniscayaan," ungkap Henri.

Henri menuturkan, pandemi Covid-19 merupakan pengalaman pertama bagi Indonesia maupun negara lain. Tidak ada satu negara yang mempunyai pengalaman menghadapi Covid-19 yang tidak jelas ujungnya, termasuk dahsyat bahayanya.

"Sampai-sampai banyak negara harus lockdown, ekonominya berhenti. Pandemi memang sering. Tapi yang memiliki kedahsyatan begitu mudahnya menularkan baru kali ini. Memunculkan persoalan kesehatan luar biasa," tutur Henri.

Henri menjelaskan, pemerintah merespons krisis ini dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah komando Doni Monardo. Menurut Henri, Gugus Tugas memiliki tim ahli, termasuk berkaitan penyampaian informasi ke publik.

"Semua komponen bangsa dilibatkan. Kalau Kemkominfo, kami bersama-sama dengan stakeholder membangun aplikasi peduli lindungi. Kami juga kerja sama dengan Whatsapp membuat chat bot untuk buat masyarakat bisa tahu apa yang terjadi hari ini," ujar Henri.