Ini Protokol Kesehatan di Pasar dari Kementerian Kesehatan

Ini Protokol Kesehatan di Pasar dari Kementerian Kesehatan
Suasana pedagng menjual daganganya di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. Kegiatan jual beli di pasar tersebut masih berjalan normal meski pandemi COVID-19 tengah mewabah. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Dina Manafe / YUD Minggu, 21 Juni 2020 | 21:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerbitkan aturan baru tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di fasilitas umum melalui Kepmenkes 382/2020 pada Jumat (19/6). Salah satu fasilitas umum yang diatur ketat adalah pasar.

Beberapa pasar tradisional di Indonesia kini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 setelah ratusan pedagang di sejumlah daerah, seperti Padang, Palangkaraya dan Jakarta terinfeksi virus ini. Secara keseluruhan terdapat sekitar 14.000 pasar tradisional di Indonesia. Di DKI Jakarta saja, menurut Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria, Sabtu (20/6), sebanyak 79 pedagang di 12 pasar positif terinfeksi Covid-19.

“Penerapan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di pasar sangat membutuhkan peran kepemimpinan pengelola pasar serta keterlibatan lintas sektor dan aparat dalam penertiban kedisplinan masyarakat pasar,” kata Menkes dalam Kepmenkes tersebut dikutip Minggu (21/6/2020).

Menurut Menkes, banyaknya kerumunan dan pergerakan orang merupakan kondisi yang harus jadi perhatian dalam menerapkan jaga jarak minimal 1 meter di pasar. Kepmenkes 382/2020 mengatur protokol kesehatan yang harus dipatuhi semua pihak mulai dari pengelola, pedagang hingga pengunjung.

Bagi pihak pengelola, mengatur pedagang yang dapat beroperasi mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat. Membentuk tim/pokja pencegahan Covid-19 di pasar untuk membantu pengelola dalam penanganan Covid-19.

Menerapkan jaga jarak di area pasar dengan berbagai cara, seperti mengatur jarak antar lapak pedagang, memberikan tanda khusus jaga jarak yang ditempatkan di lantai pasar, dan lainnya. Menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun yang memadai dan mudah diakses oleh pedagang juga pengunjung. Melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala minimal tiga kali sehari pada area atau sarana yang digunakan bersama seperti pegangan tangga, tombol lift, pintu toilet dan fasilitas umum lainnya.

Optimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk area pasar. Jika terdapat AC lakukan pembersihan filter secara berkala. Menyediakan ruangan khusus/pos kesehatan untuk penanganan pertama apabila ada warga pasar yang mengalami gangguan kesehatan di pasar.

Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pekerja yang ada di pasar (karyawan pengelola pasar, pedagang, petugas keamanan, tukang parkir, kuli angkut) tentang pencegahan penularan Covid-19 melalui surat pemberitahuan, spanduk, poster, banner, whatsapp/sms blast, radioland dan lainnya.

Memasang media informasi di lokasi-lokasi strategis untuk mengingatkan pengunjung agar selalu mengikuti ketentuan jaga jarak minimal 1 meter, menjaga kebersihan tangan, dan disiplin menggunakan masker di seluruh lokasi pasar. Pemberitahuan informasi tentang larangan masuk ke area pasar bagi yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau sesak nafas.

Untuk pedagang dan pekerja lainnya, memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke pasar. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas, tetap di rumah serta periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila berlanjut.

Saat perjalanan dan selama bekerja selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, dan hindari menyentuh area wajah. Jika terpaksa menyentuh area wajah pastikan tangan bersih dengan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer. Membersihkan area dagang masing-masing sebelum dan sesudah berdagang termasuk meja dagang, pintu/railing door kios, etalase dan peralatan dagang lainnya.

Meminimalkan kontak dengan pelanggan, misalnya menggunakan pembatas atau partisi, menyediakan wadah khusus serah terima uang. Pedagang, petugas keamanan, tukang parkir, dan kuli angkut harus selalu berpartisipasi aktif mengingatkan pengunjung dan sesama rekan kerja untuk menggunakan masker serta jaga jarak minimal 1 meter.

Jika kondisi padat dan jaga jarak sulit diterapkan, penggunaan pelindung wajah bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga, serta membersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mengonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup dengan tidur minimal 7 jam, serta menghindari faktor risiko penyakit.

Untuk pengunjung, pastikan diri dalam kondisi sehat sebelum keluar rumah. Jika mengalami gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan sesak nafas, tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila berlanjut.

Selalu menggunakan masker saat perjalanan dan selama berada di pasar. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan handsanitizer. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

Jika kondisi padat dan sulit menerapkan jaga jarak agar tidak memaksakan diri masuk ke dalam pasar, namun apabila terpaksa tambahan penggunaan pelindung wajah bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan. 



Sumber: BeritaSatu.com