Ekonomi di Sumatera Utara Mulai Menggeliat

Ekonomi di Sumatera Utara  Mulai Menggeliat
Pengunjung menjalani pemeriksaan suhu tubuh di Lippo Plaza Medan. (Foto: Istimewa)
Arnold H Sianturi / LES Senin, 22 Juni 2020 | 15:00 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Disperindag Sumut), Zonny Waldi mengatakan, geliat ekonomi di Sumut sudah mulai berjalan, dua pekan sebelum penerapan tatanan kehidupan baru (new normal). Meski daya beli masih rendah, namun secara berangsur proses pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 di daerah ini dapat diatasi.

"Jumlah pasar tradisional ada sebanyak 716 yang tersebar di 33 kabupaten maupun kota di Sumut. Seluruh pasar itu sudah beroperasi di tengah masyarakat. Begitu juga dengan pasar modern, yang jumlahnya di bawah pasar tradisional, semua sudah dibuka, sudah . Termasuk mal, perhotelan, angkutan maupun restoran di daerah ini," ujar Zonny Waldi kepada SP di Medan, Senin (22/6/2020).

Selain pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan, industri perdagangan tujuan berbagai negara juga mulai memperlihatkan kenaikan. Terutama ekspor perikanan sektor kelautan, pertanian maupun perkebunan. Bahkan, permintaan pasar dunia untuk ekspor ikan, karet, kopi, sawit, sarung tangan maupun hasil pertanian dan perkebunan dari daerah tersebut, masih sangat tinggi.

Untuk pasar tradisional, seluruh pemerintah kabupaten maupun kota, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Selain itu, gugus tugas juga harus melakukan rapid test terhadap pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di pasar. Kewajiban ini untuk mengantisipasi adanya klaster baru penularan virus corona di pasar tradisional.

"Kita optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, secara berangsur akan pulih. Ini dapat terwujud jika masyarakat dengan penuh kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan yaitu, menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan menggunakan air sabun dan tidak melakukan kerumunan di tengah pandemi," katanya.

Dalam menggeliatkan perekonomian dan mengantisipasi ledakan baru kasus Covid-19 tersebut, sambung Zonny, pemerintah mewajibkan seluruh sektor menyediakan sarana mencuci tangan dan menggunakan masker. Ini sudah diterapkan industri perhotelan, restoran, perhubungan di darat, laut maupun udara. Protokol kesehatan memang kewajiban harus dilaksanakan.

"Saat ini, pemerintah provinsi mendorong masyarakat untuk menghidupkan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM). Masyarakat bisa memanfaatkan teknologi dan informasi. Pemerintah akan membantu mempermudah proses perizinan, termasuk memfasilitasi kerjasama dengan stakeholder. Sehingga, perekonomian pegawai maupun karyawan yang sebelumnya dirumahkan akibat pandemi Covid-19, diharapkan dapat pulih," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com