Menteri Desa: 68.103 Desa Sudah Salurkan BLT Dana Desa

Menteri Desa: 68.103 Desa Sudah Salurkan BLT Dana Desa
Ilustrasi Dana Desa (Foto: Istimewa)
Herman / FER Senin, 22 Juni 2020 | 17:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk membantu masyarakat miskin di desa yang belum mendapatkan berbagai skema bantuan sosial (bansos), pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini sudah menggulirkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

Baca Juga: Jumlah Penerima BLT Dana Desa Turun 36%

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrai (Menteri Desa) Abdul Halim Iskandar menyampaikan, hingga 21 Juni 2020, desa yang telah menerima Dana Desa sebanyak 73.692 desa atau 98 persen dari total desa di seluruh Indonesia. Sementara itu, desa yang telah menetapkan calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa melalui musyawarah desa (musdes) khusus sebanyak 73.199 desa.

"Desa yang telah menyalurkan BLT Dana Desa sebanyak 68.103 desa, atau 91 persen dari 73.692 desa yang telah mendapatkan pencairan dana desa di Rekening Kas Desa (RKD). Mudah-mudahan pada minggu ini sudah selesai semua. Dalam artian desa yang memang menyalurkan BLT Dana Desa sudah menyalurkan semua, kemudian untuk desa-desa yang tidak menyalurkan BLT Dana Desa karena memang tidak membutuhkan, ini tentu tidak masuk perhitungan yang 100 persen,” kata Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers melalui webinar, Senin (22/6/2020).

Sementara itu untuk KPM BLT Dana Desa, totalnya sebanyak 7.181.331 KPM, antara lain meliputi 1.938.959 KPM adalah perempuan kepada keluarga, dan 278.084 KPM yang anggotanya menderita penyakit kronis dan menahun. "Untuk total Dana Desa yang telah digunakan untuk BLT Dana Desa sebesar Rp 4.308.798.600.000,” tambah Abdul Halim.

Baca Juga: Wisata Desa Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi

Untuk kemajuan penyaluran BLT Dana Desa menurut kabupaten/kota, sebanyak 316 kabupaten/kota sudah 100 persen menyalurkan BLT Dana Desa, 75 kabupaten/kota sudah 75 persen hingga 99 persen, 16 kabupaten/kota sudah 50 persen hingga 74 persen, 20 kabupaten/kota sudah 1 persen hingga 49 persen, sementara 7 kabupaten/kota masih 0 persen.

"Untuk 7 kabupaten/kota yang masih 0 persen ini, 6 berada di Papua, satu lagi di Pulau Morotai. Ini karena masalah geografis dan kemunikasi. Jadi bisa saja hari ini dilaporkan masih ada 7 kabupaten/kota yang masih belum salur, ternyata pada kenyataannya tidak 7, ini sangat dimungkinkan,” terang Abdul Halim.

Untuk pekerjaan kepala keluarga penerima BLT Dana Desa, 88 persen adalah petani dan buruh tani, 5 persen pedagang dan UMKM, 4 persen nelayan dan buruh nelayan, 2 persen buruh pabrik, dan 1 persen adalah guru.



Sumber: BeritaSatu.com