Polda Aceh Ungkap Penjual Organ Harimau dan Beruang Madu

Polda Aceh Ungkap Penjual Organ Harimau dan Beruang Madu
Ditreskrimsus Polda Aceh saat gelar perkara penangkapan sejumlah tersangka jaringan perdagangan organ Harimau Sumatera dan Beruang Madu. (Foto: dok)
Farouk Arnaz / YUD Senin, 22 Juni 2020 | 17:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditreskrimsus Polda Aceh menangkap sejumlah tersangka jaringan perdagangan organ Harimau Sumatera (Panthera Tigris) dan Beruang Madu.

Hal itu dikatakan Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Margiyanta melalui keterangan tertulis yang disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono, Senin (22/6/2020).

“Empat pelaku diduga telah melakukan tindak pidana dengan menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam kondisi mati,” kata Margiyanto.

Tempat kejadian perkara di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. Barang bukti yang diamankan berupa satu kulit harimau dalam keadaan basah, empat taring harimau beserta tulang belulang, empat taring dan 20 kuku beruang madu.

Empat pelaku yang sudah diamankan petugas, masing-masing MR (43), A (47), MD(50), dan S (45). Sementara seorang pelaku lagi A alias B (50) dimasukan DPO.

Selembar kulit harimau bisa dijual dengan harga sekitar Rp 30 juta – Rp 80 juta, taring harimau Rp. 500.000 - Rp 1 juta per buah, dan tulang harimau laku Rp 2 juta per kilo di pasar gelap.

Harga tinggi itulah yang disinyalir menjadi alasan para pelaku nekat melakukan aksi kejahatannya.



Sumber: BeritaSatu.com