Kemhub Tetapkan Sistem Pelaporan Kapal di TSS Selat Sunda dan Lombok
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemhub Tetapkan Sistem Pelaporan Kapal di TSS Selat Sunda dan Lombok

Senin, 22 Juni 2020 | 20:55 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyatakan kapal berbendera Indonesia wajib lapor saat akan melewati traffic separation scheme (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok. Adapun TSS di kedua selat tersebut akan mulai diimplementasikan per 1 Juli 2020.

Baca Juga: Implementasi TSS Selat Sunda dan Lombok Berlaku 1 Juli 2020

Direktur Kenavigasian Perhubungan Laut Kemhub Hengki Angkasawan menjelaskan, dengan telah ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 129 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 130 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Selat Sunda, maka juga diatur mengenai pelaksanaan sistem pelaporan dan informasi navigasi (Sundarep dan Lombokrep) bagi kapal-kapal yang melintas pada TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok.

“Nantinya kapal yang hendak melewati TSS Selat Sunda dan Selat Lombok diminta untuk memberikan informasi sebelumnya tentang ukuran kapal, baik dalam kondisi ballast maupun bermuatan dan apakah membawa kargo berbahaya,” ujar Hengki dalam keterangannya, Senin (22/6/2020).

Adapun pelaksanaan sistem pelaporan dan informasi navigasi (Sundarep dan Lombokrep), lanjut Hengki, dilaksanakan agar terdapat manajemen lalu lintas yang efisien dan cepat, demi kepentingan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut,bsebagaimana didefinisikan dalam konvensi internasional yang relevan.

Baca Juga: Pelindo III Layani Jasa Pandu dan Tunda di Selat Malaka

Hal tersebut juga sesuai dengan Konvensi Solas Chapter V, yang mengatur tentang fungsi dan peran terkait operasional vessel traffic services (VTS) dan ship reporting system (SRS), serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 tentang Telekomunikasi Pelayaran.

Hengki menambahkan, sistem pelaporan dan informasi navigasi di Selat Sunda dan Selat Lombok bersifat wajib, yaitu bagi semua kapal berbendera Indonesia yang melintas, menyeberangi/memotong bagan pemisah lalu lintas (TSS) melalui daerah kewaspadaan (precaution area).

"Sedangkan bagi semua kapal asing yang memasuki bagan pemisah lalu lintas (TSS) Selat Sunda dan Selat Lombok sangat dianjurkan untuk berpartisipasi dalam sistem pelaporan dan informasi navigasi,” papar Hengki.

Baca Juga: Semua Kapal di Indonesia Wajib Pasang dan Aktifkan AIS

Lebih lanjut, Hengki mengatakan, dalam berkomunikasi di Selat Sunda dan Selat Lombok harus dilaksanakan dengan percakapan yang mudah dimengerti dan singkat.

"Bagi TSS Selat Sunda melalui radio VHF pada channel 22 atau 68 dengan nama panggil Merak VTS, sedangkan TSS Selat Lombok melalui radio VHF pada channel 16 atau 68 dengan nama panggil Benoa VTS, di mana semua kapal yang melewati TSS harus sepenuhnya melaksanakan tugas jaga dengar,” ucap dia.

Selain itu, imbuh Hengki, peran VTS sangat vital dalam pelaksanaan sistem pelaporan dan informasi navigasi (Sundarep dan Lombokrep), mengingat kapal-kapal akan berkomunikasi dengan VTS, terkait dengan fungsi pelaporan kapal, serta terkait dengan pelayanan INS (information navigation service) dan NAS (navigational assistance service), di mana semua kapal yang berlayar di kedua selat tersebut direkomendasikan untuk mempergunakan informasi yang disiarkan oleh VTS Merak dan VTS Benoa.

Baca Juga: Ini Isi Aturan Baru soal Transportasi New Normal

Hengki menjelaskan, Kemhub juga telah menyusun format pelaporan sesuai standard marine communication phrases (SMCP) IMO. “Pertama format pada saat kapal melintas di TSS Selat Sunda dan Selat Lombok, dan yang kedua pada saat kapal memotong/menyeberang di TSS,” kata Dia.

Selain itu, format sistem pelaporan kapal disampaikan berdasarkan kode, identifikasi pesan (jenis laporan) dan laporan pertama. Kode A disampaikan terkait informasi kapal (nama, tanda panggilan, nomor identifikasi IMO dan bendera kapal), kode P untuk muatan di atas kapal (kargo berbahaya atau tidak), kode Q untuk informasi cacat/kerusakan/kekurangan/keterbatasan, dan kode X untuk informasi lain-lain yang relevan.

“Adapun jika diperlukan VTS operator dapat meminta informasi tambahan kepada kapal, antara lain destination, last port, sarat kapal dan lain-lain, serta memberikan pelayanan lainnya yang termasuk dalam pelayanan INS dan NAS,” tutup Hengki.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapolri: Negara Tidak Akan Kalah dengan Premanisme

Kapolri telah memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas aksi premanisme, dan jangan diberi ruang gerak sedikit pun.

NASIONAL | 22 Juni 2020

New Normal, Mahfud: Penegakan Hukum Kembali Normal

Pemerintah berkomitmen terhadap penegakan hukum kendati saat ini masih terjadi pandemi virus corona.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pembunuhan Dua Anak Tiri di Medan Karena Es Krim

Dua bocah kakak beradik dibunuh karena merengek-rengek meminta dibelikan es krim.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Ini Kronologi Pembunuhan Dua Bocah Kakak Beradik di Global Prima Medan

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2020) malam yang dilakukan oleh ayah tiri kedua bocah tersebut.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Jubir Presiden: Perpres 67/2020 Bentuk Apresiasi Terhadap Penyandang Disabilitas

Perpres Nomor 67 tahun 2020 merupakan langkah progresif Presiden Jokowi dalam menghormati hak-hak disabilitas di Indonesia.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Penahanan Ketua DPRD Muara Enim Kembali Diperpanjang

Penahanan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung sejak 26 Juni 2020.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Menjaga Ekosistem Hutan, Mencegah Wabah di Masa Depan

Program Lingkungan PBB (UNEP) memperingatkan 75% dari kemunculan patogen manusia adalah zoonotik, dengan kata lain, infeksi awal yang berasal dari hewan. Aktivitas seperti deforestasi, fragmentasi lahan, serta perluasan habitat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. 

NASIONAL | 22 Juni 2020

PSBB, Kota Bandung Belum Bisa Gelar CFD

Kota Bandung belum dapat menggelar hari bebas kendaraan bermotor dan malam bebas kendaraan bermotor digelar di kota itu selama PSBB masih digelar.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Momentum Ubah Birokrasi

Pandemi Covid-19 semestinya menjadi momentum mengubah birokrasi.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Gugus Tugas: Kawasan Pariwisata Alam Akan Dibuka Secara Bertahap

Kawasan pariwisata alam di Tanah Air dibuka secara bertahap untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko paling ringan.

NASIONAL | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS