Guru Diminta Utamakan Progres Pembelajaran Anak

Guru Diminta Utamakan Progres Pembelajaran Anak
Ilustrasi belajar dari rumah. (Foto: Antara)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 23 Juni 2020 | 12:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ​Menjelang tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau guru agar tidak terpaku pada penuntasan kurikulum semata. Namun, guru diharapkan mengedepankan progres pembelajaran dari setiap anak.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud menyatakan, progres dapat terjadi dengan memperhatikan tingkat pemahaman anak terhadap materi. Terlebih, kemampuan murid akan beragam karena model pembelajaran selama beberapa bulan terakhir yang berbeda dari biasanya.

“Pemaksaan kurikulum hanya akan membawa dampak yang lebih buruk ke depannya. Perlu ada semacam diferensiasi bagaimana kita bisa membantu anak dengan tuntutan dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda,” ujar Iwan Syahril dalam webinar Kemendikbud, Kamis lalu (18/6/2020).

Kurikulum, ungkap Iwan, selalu berdialog dengan dua konteks yaitu kondisi murid, serta sekolah di mana murid tersebut berada. Sebelum memulai materi baru, guru bisa melakukan ​assessment u​ntuk memahami kondisi murid terlebih dahulu. Misalnya, dengan mengulang sekaligus menguji materi di tingkat sebelumnya.

“Kita berpegang pada prinsip Merdeka Belajar di mana kita berpusat pada murid. Bagaimana kondisi murid itu akan kita sesuaikan. Ini tentunya dibutuhkan kreativitas dan inovasi,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, inovasi ini membutuhkan keinginan untuk berani mencoba hal baru. Banyak guru di Indonesia menerapkan konsep learning by doing u​ntuk mencari model pembelajaran yang terefektif dalam segala keterbatasan.

Misalnya, guru yang gagap teknologi (gaptek) mulai mempelajari pengembangan konten belajar digital. Sejumlah guru lainnya juga menerapkan kunjungan ke rumah siswa secara bergilir karena tidak ada jaringan internet di daerahnya.

“Selain kita mengkurasi praktik baik (pembelajaran), situasi di lapangan tentu berbeda-beda. Sesuai dengan arahan Mendikbud Nadiem Makarim, gotong royong juga menjadi penting dalam menyelesaikan masalah ini,” lanjut Iwan.

Untuk mendukung gotong royong tersebut, Kemendikbud telah meluncurkan laman guruberbagi​.kemdikbud.go.id. Pada laman ini, guru dari seluruh jenjang pendidikan dapat saling berbagi materi dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan selama pandemi. Terdapat pula materi pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi menggunakan alat-alat digital.

Hingga saat ini, laman Guru Berbagi telah mencatat sekitar 560.000 pengunjung di mana 300.000 orang di antaranya mengunduh RPP yang ada. Terdapat pula 564 komunitas jejaring, 1.600 artikel, serta 108.000 peserta yang mengikuti pelatihan.

Baca juga:Studysaster P​erkuat Peran Guru dalam Edukasi Pencegahan Covid-19

Salah satu RPP yang paling banyak diunduh adalah studysaster yang mengintegrasikan pendidikan bencana Covid-19 dalam kegiatan belajar mengajar. RPP tersebut mengajak siswa untuk berdiskusi untuk menghasilkan karya kreatif seperti poster terkait virus ​corona.​

“Konteks (pendidikan) Indonesia ada sekitar 50 jutaan murid dan pastinya tidak ada konteks yang sama. Gotong royong menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai masalah pendidikan Indonesia yang sangat kompleks,” tutup Iwan.



Sumber: BeritaSatu.com