Mahfud MD Klaim Pemerintah Telah Berhasil Kurangi Kebakaran Hutan

Mahfud MD Klaim Pemerintah Telah Berhasil Kurangi Kebakaran Hutan
Sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, dan kepolisian berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dekat pemukiman warga, di kecamatan Dumai Barat, kota Dumai, Dumai, Riau, 12 Februari 2019. (Foto: Antara / Aswaddy Hamid)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 23 Juni 2020 | 12:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah telah berhasil meminimalisir kebakaran hutan.

“Beberapa tahun terakhir ini, alhamdulillah, kita berhasil meminimalisir kebakaran hutan. Sehingga bencana-bencana yang agak besar dan membuat geger itu sudah dapat dikatakan tidak terjadi lagi,” kata Mahfud MD seusai menghadiri rapat terbatas tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Keberhasilan mengatasi kebakaran hutan dan lahan, lanjutnya, juga telah membuat aksi protes dari aktivis lingkungan hidup, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dalam empat atau lima tahun terakhir ini tidak begitu gencar lagi dilayangkan ke pemerintah.

“Protes-protes dari aktivis lingkungan hidup maupun dari negara-negara lain dalam empat, lima tahun terakhir ini sudah tidak begitu gencar karena kita telah menyiapkan semua langkah. Baik untuk memitigasi, mencegah, menyelesaikan dan melakukan tindak lanjut,” ujar Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah bersama dalam menghadapi musim kemarau yang juga berkaitan dengan penanganan Covid-19. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus terus dilakukan setiap tahun. Karena Indonesia mempunyai kawasan hutan yang sangat luas.

“Begitu luasnya, dan biasanya setiap tahun ada saja kebakaran hutan. Sehingga tadi Bapak Presiden mengundang menteri terkait untuk menyiapkan langkah-langkah bersama dalam menghadapi karhutla akibat musim kemarau,” jelas Mahfud MD.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengawasan hutan-hutan yang rawan terbakar ditingkatkan.

“Di tengah kesibukan kita dalam menghadapi pandemi ini, jangan lupakan kita memiliki sebuah pekerjaan besar dalam rangka antisipasi kebakaran lahan dan hutan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Dalam ratas tersebut, Jokowi mengatakan berdasarkan laporan dari BMKG, bahwa pada April 2020, musim kemarau akan melanda di 17 persen wilayah Indonesia. Jumlah itu bertambah saat memasuki bulan Mei, lanjutnya, ada sebanyak 38 persen wilayah yang mengawali musim kemarau. Lalu pada Juni 2020 akan ada 27 persen wilayah mengawali musim kemarau. Dan kemarau di sebagian besar daerah akan terjadi di bulan Agustus.

Dengan begitu, pemerintah masih memiliki waktu persiapan satu bulan untuk menghadapi musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Agustus 2020 mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com