PT Angkasa Pura II: Slot, Rute, dan Frekuensi Penerbangan Harus Kembali Dioptimalkan

PT Angkasa Pura II: Slot, Rute, dan Frekuensi Penerbangan Harus Kembali Dioptimalkan
Penumpang antri untuk diperiksa petugas, menunjukan SIKM di terminal 3 kedatangan domestik bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 29 Mei 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Thresa Sandra Desfika / JAS Selasa, 23 Juni 2020 | 17:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura II menyebut slot, rute, dan frekuensi penerbangan harus kembali dioptimalkan guna menjaga eksistensi sektor transportasi udara di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menyatakan, saat ini ada tiga isu yang harus diselesaikan oleh stakeholders transportasi udara, yaitu terkait slot time penerbangan, rute penerbangan, dan frekuensi penerbangan di dalam satu rute.

“Slot time penerbangan harus dimaksimalkan, lalu rute penerbangan harus kembali diaktifkan, dan frekuensi penerbangan di rute yang sudah aktif harus ditingkatkan dari yang ada sekarang," ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Selasa (23/6/2020).

Di tengah pandemi ini, lanjut Muhammad Awaluddin, PT Angkasa Pura II selaku operator bandara akan memaksimalkan slot time penerbangan di bandara. Karena itu, PT Angkasa Pura II butuh dukungan maskapai agar sebaran slot penerbangan lebih merata.

"Kami mendorong sebaran slot time penerbangan lebih merata. Komunikasi akan dilakukan dengan pihak terkait termasuk maskapai agar tidak ada lagi saling mengajukan penerbangan hanya di jam-jam tertentu sehingga banyak alternatif pilihan jam penerbangan bagi para pengguna jasa,” ujar Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut, jelas Muhammad Awaluddin, PT Angkasa Pura II akan membahas bersama maskapai agar rute-rute yang saat ini belum aktif bisa kembali dibuka. Pihaknya akan bersama-sama membahas hal tersebut melihat rute-rute destinasi yang menjadi kebutuhan dan peluang. Selain itu, frekuensi penerbangan di rute-rute yang sudah aktif juga akan dibahas untuk ditingkatkan kembali.

“Kendala saat ini adalah masyarakat sulit melakukan perjalanan antara lain karena rutenya tidak ada dan frekuensi penerbangan sedikit misalnya di satu rute hanya ada 1-2 kali penerbangan per hari. Harus dipikirkan bagaimana seluruh stakeholder transportasi udara ini bersama-sama dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat,” Dirut PT Angkasa Pura II.

Saat ini maskapai penerbangan berjadwal sudah beroperasi seluruhnya di bandara-bandara PT Angkasa Pura II. Maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Wings Air, AirAsia Indonesia, Trigana Air, Airfast, hingga Susi Air.

Awaluddin mengatakan, PT Angkasa Pura II menginisiasi peningkatan kolaborasi dengan maskapai untuk menyelesaikan tiga isu (slot time, rute penerbangan, frekuensi rute penerbangan) sehingga pada Juli 2020 sektor penerbangan dapat memasuki masa pemulihan di tengah pandemi Covid-19.

Sektor penerbangan di dunia saat ini tertekan pandemi Covid-19, tidak terkecuali di Indonesia. Awaluddin mengatakan, perlu adanya peningkatan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan guna membawa sektor penerbangan kembali rebound.

“Sektor penerbangan nasional memiliki kemampuan berkontribusi besar dalam mendukung aktivitas dan perekonomian Indonesia. Tiga kelebihan di moda transportasi udara yaitu flexibility untuk mendukung pergerakan orang, lalu capacity untuk mobilisasi besar, serta connectivity untuk menyatukan Indonesia yang merupakan negara kepulauan," imbuh dia.

Dia mengingatkan, jangan sampai tiga kelebihan yang dimiliki sektor penerbangan itu menghilang begitu saja karena pandemi Covid-19. "Harus ada perbaikan supaya kontribusi sektor penerbangan tetap terjaga dan ditingkatkan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini,” jelas Awaluddin.

Selain itu, terang dia, kepercayaan masyarakat juga ditumbuhkan dengan dipatuhinya prosedur yang mengedepankan kesehatan, keselamatan, dan keamanan penerbangan.



Sumber: BeritaSatu.com