Sektor Keciptakaryaan Berharap Bisa Manfaatkan Peluang di Era Normal Baru

Sektor Keciptakaryaan Berharap Bisa Manfaatkan Peluang di Era Normal Baru
Narasumber dalam webminar "Peluang dan Tantangan Sektor Keciptakaryaan Menghadapi 'New Normal'" yang digelar Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020. (Foto: Istimewa )
Jaja Suteja / JAS Selasa, 23 Juni 2020 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Memasuki era normal baru atau new normal banyak pihak berharap akan ada titik terang di berbagai bidang, termasuk pelaku usaha khususnya jasa konsultansi. Informasi, regulasi dan peluang tentang keberlangsungan sektor keciptakaryaan seperti gedung, properti dan lainnya bisa tumbuh kembali.

Kondisi pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap usaha para anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta. Ada potensi 50 persen perusahaan konsultan kolaps jika kondisi ini berjalan lebih lama.

Ketua DPP Inkindo DKI Jakarta, Imam Hartawan mengatakan ada peluang dan tantangan di bidang keciptakaryaan baik dari sektor pemerintah dan swasta. Berdasarkan informasi Ditjen Cipta Karya, anggaran tahun 2020 memang ada pengurangan anggaran cipta karya dari Rp 22 triliun menjadi Rp 12,7 triliun sehingga konsekuensinya ada pengurangan berbagai proyek di lingkungan cipta karya.

“Namun ada kabar yang menggembirakan adalah bahwa untuk tahun 2021 akan diusulkan anggaran cipta karya sama seperti tahun 2020 sebelum ada pandemi Covid-19, yaitu Rp 22 triliun. Hal ini tentu merupakan peluang yang cukup besar bagi jasa konsultansi,” katanya saat webinar "Peluang dan Tantangan Sektor Keciptakaryaan Menghadapi New Normal" yang bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta pada Selasa (23/6/2020).

Secara umum program jangka menengah cipta karya 2020-2024 meliputi permukiman layak, bangunan hijau, kawasan tahan bencana, penerapan teknologi ramah lingkungan. Kebutuhan akan konsultan fokus di bidang air minum dan sanitasi.

Selain itu hadir juga Hotlan Panjaitan, Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta; Edward Abdurahman, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR; Heru Hermawanto, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, Provinsi DKI Jakarta; Y. Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Umum REI dan Dhani M Mutattaqin, Ketua Umum IAP DKI Jakarta.

Dalam paparan narasumber mengemuka tentang kondisi properti saat ini yang mengalami penurunan sangat drastis. Properti boleh dikatakan dalam kondisi stagnan, perkantoran hanya berpenghuni sekitar 25 persen, mal dan hotel aktif sekitar 10 persen. Saat ini Dinas Cipta Karya DKI Jakarta tengah menyusun regulasi terkait penyederhanaan perizinan, sehingga lebih mudah dan lebih cepat, untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Hal yang menggembirakan, menurut Imam Hartawan yang juga Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, bahwa Ditjen Cipta Karya, Dinas Cipta Karya DKI, Kadin DKI, REI dan IAP, sebagai pengguna jasa konsultansi menganggap penting peran konsultan. Ditjen Cipta Karya mengharapkan masukan-masukan dari konsultan dalam pengembangan wilayah perkotaan.

“Terdapat peluang yang cukup menarik, antara lain terkait dengan terbitnya Perpres 60/2020 tentang Tata Ruang Jabodetabekjur, yang akan memberikan peluang signifikan bagi konsultan, dengan harapan dalam kondisi kenormalan baru. Anggota Inkindo DKI Jakarta akan mendapatkan peluang usaha di sektor keciptakaryaan dan properti (swasta),” ungkap Imam.



Sumber: BeritaSatu.com