Kemdagri: Lomba Video Normal Baru Berhadiah Rp 168 Miliar Bukan Pemborosan Anggaran

Kemdagri: Lomba Video Normal Baru Berhadiah Rp 168 Miliar Bukan Pemborosan Anggaran
Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) memberikan penghargaan kepada 84 daerah pemenang "Lomba Inovasi Daerah dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19" di Kantor Kemdagri, Jakarta, Senin (22/6/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 24 Juni 2020 | 14:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menegaskan "Lomba Inovasi Daerah dalam Penyiapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19" bukan pemborosan anggaran. Melainkan, lomba dengan total hadiah senilai Rp 168 miliar ini ditujukan untuk membantu pemulihan ekonomi daerah.

Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga menyatakan, hadiah tersebut merupakan transfer pusat dari pos Dana Insentif Daerah (DID) tambahan bagi daerah untuk melengkapi pos penerimaan transfer daerah DID reguler yang sudah berjalan.

Baca juga: Kemdagri Siapkan Daerah Hadapi Era Normal Baru

"Hadiah ini diberikan dalam rangka memulihkan perekonomian daerah yang terdampak Covid-19. Ini merupakan DID tambahan bagi daerah dan merupakan pelengkap dari DID reguler yang sudah berjalan saat ini," ungkap Kastorius dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2020).

Dana hadiah lomba video new normal ini, lanjutnya, berasal dari DID yang setiap tahun disiapkan Kementerian Keuangan (Kemkeu) sebagai insentif untuk pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca juga: Juara Inovasi New Normal, Jambi Terima Insentif Rp 4 Miliar

"Ada atau tidak ada lomba, DID tetap ada yang disalurkan kepada daerah. Tahun ini, Mendagri melihat DID dapat dimanfaatkan dengan cara memakai program DID tersebut untuk tujuan penanganan Covid-19. Sebab, Pak Menteri berpendapat kurva penularan Covid-19 di daerah dapat dilandaikan melalui penerapan protokol di setiap bidang kehidupan publik," jelasnya.

Adapun pernyataan Kemdagri ini ditujukan untuk menanggapi anggapan warganet bahwa lomba ini merupakan pemborosan di tengah pandemi Covid-19.

"Sebagian warganet menganggap bahwa uang hadiah dikantongi pemenang untuk milik pribadi. Ini salah. Juga ada warganet menganggap bahwa sumber pembiayaan lomba merupakan anggaran baru APBN. Itu juga kurang tepat. Sebab, untuk tahun 2020, ada alokasi DID sebesar Rp 5 triliun. Dari dana sebesar itu, Rp 168 miliar dipakai untuk lomba," lanjut Kastorius.

Dirinya menambahkan, hadiah akan masuk ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan daerah dan digunakan dengan pengawasan dari DPRD, Inspektorat, BPKP dan BPK.

"Ini sebetulnya dapat disebut sebagai inovasi dalam memaksimalkan sumber daya yang ada dalam mencapai hasil yang relevan sesuai dengan tantangan. Dalam hal ini, tantangannya adalah Covid-19," tegasnya.

Lebih lanjut, Kastorius menyatakan video pemenang dapat menjadi model rujukan bagi pemerintah daerah lainnya sekaligus memberikan kesadaran masyarakat untuk berinovasi dan beradaptasi dengan tatanan baru yang produktif dan aman.

Sebagai informasi, lomba ini memperlombakan penerapan normal baru di tujuh sektor yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi publik dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Sebanyak 2.517 video lomba dikirimkan dan 84 daerah terpilih sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga di empat kategori dan tujuh sektor. Masing-masing pemenang memperoleh hadiah berupa DID sebesar Rp3 miliar, Rp2 miliar dan Rp1 miliar, sehingga totalnya sebesar Rp 168 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com