Menpan RB Berikan Santunan untuk ASN yang Meninggal Saat Tangani Covid-19

Menpan RB Berikan Santunan untuk ASN yang Meninggal Saat Tangani Covid-19
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo atas nama Presiden RI Joko Widodo menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun beserta santunan kepada keluarga/ahli waris tenaga medis Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal saat menangani pasien Covid-19, di kantor Kementerian PANRB di Jakarta, Rabu (24/06/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Joanito de Soajoao)
Carlos KY Paath / RSAT Rabu, 24 Juni 2020 | 18:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo atas nama Presiden Joko Widodo menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun beserta santunan kepada keluarga/ahli waris tenaga medis Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal saat menangani Covid-19. Kegiatan berlangsung di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan RB), Rabu (24/6/2020).

Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ini merupakan komitmen dan perhatian penuh dari pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70/2015. Santunan diberikan kepada tiga ahli waris ASN tenaga medis, yaitu almarhumah Ninuk Dwi Pusponingsih (RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta), almarhum Tonni Daniel Silitonga (Dinas Kesehatan dan Sosial, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat), dan almarhum Yuniarto Budi Santosa (Dinas Kesehatan, Kota Bogor, Jawa Barat).

Pemberian santunan tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas jasa dan pengabdian para ASN di masa pandemi Covid-19 ini. "Semoga santunan duka ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban keluarga dan ahli waris para ASN tenaga medis yang tewas dalam tugas penanganan pasien Covid-19," kata Tjahjo saat melakukan penyerahan secara simbolis santunan duka.

Santunan diserahkan oleh Tjahjo, bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Komisaris Utama PT Taspen Suhardi Alius, Direktur Utama PT Taspen Antonius N Steve Kosasih, dan Sekretaris Kempan RB Dwi Wahyu Atmaji. Acara juga dihadiri oleh pejabat Kempan RB, pejabat BKN, para para ahli waris/keluarga ASN tenaga medis yang meninggal, dan pimpinan para ASN tersebut. Acara penyerahan santunan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19.

Santunan merupakan komponen Tabungan Hari Tua yang mencakup asuransi dwiguna dan asuransi kematian, serta manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja terdiri dari santunan kematian, uang duka wafat, biaya pemakaman, serta beasiswa bagi anak korban. Total santuan bagi ketiga ahli waris tersebut berjumlah Rp 1.020.937.100.

Pada kesempatan tersebut, Tjahjo menyampaikan apresiasi kepada PT Taspen selaku operator pengelola jaminan sosial ASN yang telah berupaya memberikan dukungan terbaik kepada para ASN di Indonesia.

Sesuai Undang-Undang 5/2014 tentang ASN, jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS diberikan sebagai perlindungan kesinambungan penghasilan hari tua, sekaligus sebagai hak dan penghargaan atas pengabdiannya. Aturan tersebut juga mencakup jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang diberikan dalam program jaminan sosial nasional yang selanjutnya diatur dalam PP tersendiri.

"PT Taspen memberikan layanan yang sangat baik sehingga peserta Taspen tidak perlu direpotkan saat melakukan pengurusan klaim Taspen khususnya dalam masa pandemi ini," ungkap Tjahjo.



Sumber: BeritaSatu.com