Gorontalo Lawan Covid-19 dengan Kearifan Lokal

Gorontalo Lawan Covid-19 dengan Kearifan Lokal
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie (Foto: Dina Fitri Anisa / isimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 24 Juni 2020 | 22:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menghadapi pandemi Covid-19, masyarakat Gorontalo memilih untuk tidak menyerah. Dalam kondisi pelik saat ini, pemerintah daerah Gorontalo memiliki siasat dengan menjadikan kearifan lokal sebagai senjata melawan virus asal Wuhan itu.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, saat ini masyarakat diajak untuk mengelaborasi protokol kesehatan dengan kearifan lokal yang diciptakan oleh para pendahulu untuk melindungi diri. Salah satu kebiasaan lampau yang saat ini mereka hidupkan kembali bernama, beleuto.

Dahulu, beleuto merupakan kebiasaan yang diterapkan para perempuan Gorontalo untuk melindungi diri mereka dari pandangan kaum Adam. Sepintas, beleuto terlihat mirip seperti cadar atau kerudung panjang yang menutupi seluruh tubuh kecuali bagian mata. Namun bedanya, beleuto menggunakan kain sarung atau kain batik yang digunakan dari ujung kepala sampai kaki.

"Orang mengatakan new normal life. Kalau saya katakan bukan new normal life, tetapi kearifan yang dulu kita kembalikan lagi. Dengan menggunakan beleuto ini sama saja seperti pakai masker. Orang yang menggunakan bisa terlindung dari droplet,” kata Rusli dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bertajuk “Upaya pemerintah daerah menurunkan Covid-19”, Rabu (24/6/2020).

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong ekonomi masyarakat Gorontalo dengan menginisiasi penjualan produk kesehatan seperti cairan sanitasi. Uniknya, produk yang dibuat oleh masyarakat Gorontalo ini berbahan baku minuman keras (miras) khas Sulawesi Utara bernama Cap Tikus yang diklaim memiliki kadar alkohol hingga 70%.

“"Kita punya produk lokal hand sanitizer namanya, Sofi. Saat kita begitu kesulitan mendapatkan bahan baku alkohol, alhamdulillah kita melihat peluang yang membawa rezeki,” jelasnya.

Ide membuat cairan sanitasi tangan ini muncul ketika Rusli diundang dalam acara pemusnahan 40 ton miras Cap Tikus bersama Kapolda Gorontalo Irjen M Adnas dan Dandim Gorontalo Letkol Inf Allan Surya Lesmana. Saat itu, ia merasa sangat disayangkan melihat miras-miras tersebut musnah tanpa dimanfaatkan.



Sumber: BeritaSatu.com