Docquity Akselarasi Kemampuan Pelayanan Medis Lawan Covid-19

Docquity Akselarasi Kemampuan Pelayanan Medis Lawan Covid-19
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP)
/ YUD Rabu, 24 Juni 2020 | 22:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menghadapi virus Corona dengan daya tular yang cepat, setiap negara harus menerapkan standar penanganan yang tepat dan praktisi medis mutlak mengadopsi standar penanganan yang ditetapkan WHO. Di Indonesia, terdapat dua tantangan dalam implementasi penanganan pandemi Covid-19. Pertama, bagaimana menambah jumlah tenaga medis yang bersumber dari relawan. Kedua, bagaimana membekali mereka dengan pengetahuan tentang standar penanganan Covid-19 sesuai rujukan WHO.

Ditambah tantangan makin sulit karena pemerintah menerapkan PSBB yang membatasi mobilitas serta ditambah dengan tren meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 meningkat hampir 1.000 orang1 Sehingga sinergi dengan pihak eksternal sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya dalam menambah jumlah personil tenaga kesehatan.

Docquity sebagai platform digital berkumpulnya para dokter yang telah terverifikasi, mendukung akan hal ini dengan menyediakan layanan rekrutmen dokter relawan serta pelatihannya secara daring, yang kemudian dikerahkan untuk menangani pasien Covid-19.

Amit Vithal selaku Co-Founder Docquity mengatakan, “Sebagai mitra pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Docquity menyambut baik kerja sama dengan Kemkes dalam perekrutan dan memberikan pelatihan bagi para dokter relawan sesuai standar WHO untuk menangani pasien wabah Covid-19 melalui platform kami. Platform Docquity pun dipilih karena telah sukses mengumpulkan ribuan dokter di Indonesia sebagai pengguna aktif. Pelatihan dan perekrutan secara daring melalui Docquity yang didukung sepenuhnya oleh Kemkes, berdampak sangat besar tidak hanya untuk kesembuhan pasien, tapi juga keamanan pasien dan petugas medis yang terlibat di dalam pelayanan sesuai standarisasi WHO.”
ujar Amit melalui keterangan, Rabu (24/06/2020).

Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan kesepakatan Docquity dengan Kementrian Kesehatan pada 19 Maret 2020 lalu, dimana Docquity resmi menjadi anggota dari Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi)2 untuk perekrutan dan pemberian pelatihan bagi tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.

Menurut data yang terkumpul per 11 Juni 2020, sebanyak 887 dokter telah mendaftar yang terdiri dari 677 dokter umum dan sisanya adalah dokter spesialis. Sebagian besar dokter relawan yang tergabung berasal dari pulau Jawa dengan anggota terbanyak dari DKI Jakarta, Tangerang dan Bandung. Kemudian sisanya sejumlah 40% berasal dari Aceh, Kalimantan, Sulawesi hingga Flores.

Hal ini pula menunjukkan tingginya jiwa kemanusiaan para dokter di seluruh Indonesia untuk bergandengan tangan dalam memerangi Covid19 di garis terdepan. Setelah menyelesaikan pelatihan, para dokter tersebut akan disalurkan ke beberapa
lokasi titik tempat pasien Covid-19 yaitu di Wisma Atlet Kemayoran dan rumah sakit daerah lainnya di Indonesia, dengan semua akomodasi ditanggung oleh pemerintah.

Keunggulan Docquity sebagai platform digital yang memfasilitasi para tenaga kesehatan adalah wujud dari kemajuan teknologi yang kini memungkinkan para dokter saling berbagi informasi kesehatan, informasi obat dan pelayanan yang cepat bagi pasien. Melalui platform Docquity para tenaga kesehatan di Indonesia pun dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman medis kepada para tenaga kesehatan lainnya serta memungkinkan mereka membagikan dan mempelajari artikel dan jurnal dunia kesehatan dari seluruh penjuru asia yang diperbaharui setiap minggu.

“Kami optimis Docquity terus berkembang sehingga dapat membantu meningkatkan sektor industri kesehatan di Indonesia guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. Dengan strategi digital melalui platform Docquity, kami berharap turut ambil bagian dalam mengakselerasi kemampuan pelayanan medis melawan wabah Covid-19 di Indonesia,” tutup Amit.



Sumber: BeritaSatu.com