Praperadilan Nasabah Wanaartha Gugur

Praperadilan Nasabah Wanaartha Gugur
Ilustrasi sidang praperadilan. (Foto: Antara)
Yeremia Sukoyo / WM Selasa, 23 Juni 2020 | 20:23 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang praperadilan Wanaartha Life atas perkara penyitaan rekening efek yang telah diblokir penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dinyatakan gugur. Keputusan tersebut disampaikan hakim tunggal Merry Taat Anggarasih di sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2020).

"Dengan ini dinyatakan, permohonan pemohon (Wanaartha Life) diputuskan tidak dapat diterima. Dalam pokok perkara, praperadilan pemohon gugur," kata Merry saat membacakan hasil putusan.

Nasabah Wanaartha selama ini telah berusaha membuka rekening efek yang telah diblokir dan disita penyidik Kejagung melalui jalur hukum. Penyitaan itu sendiri buntut dari kasus PT Jiwasraya (Persero) yang ditangani Kejagung.

Jaksa yang ditunjuk mewakili Kejagung, Arjuna Meghanada menjelaskan, putusan hakim tunggal atas gugatan Wanaartha Life berdasarkan KUHAP Pasal 82 ayat 1 huruf D yang menyatakan permohonan praperadilan gugur apabila perkara pokok telah diperiksa. Perkara pokok yang dimaksud adalah persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait kasus Jiwasraya.

"Permohonan dari pemohon pada praperadilan ini dinyatakan gugur oleh hakim tunggal. Dengan KUHAP Pasal 82 ayat 1 huruf D, memang praperadilan itu gugur setelah perkara pokoknya telah diperiksa di Pengadilan Tipikor," kata Arjuna.

Menurutnya, keputusan hakim juga diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa waktu pemeriksaan yang dimaksud ialah saat pembacaan dakwaan pada perkara pokok. Dalam hal itu sudah terjadi pada 3 Juni 2020, atau sebelum sidang perdana praperadilan digelar.

Nasabah Wanaartha Life melalui Advokat Erick S Paat mengajukan praperadilan terkait penyitaan unit reksadana milik Wanaartha Life. Penyitaan dianggap sebagai langkah yang tidak sah yang dilakukan Kejagung atas dugaan keterlibatan dengan kasus Tindak Pidana dan Korupsi (Tipikor) Asuransi Jiwasraya.

Sidang praperadilan itu dimulai pada 8 Juni 2020 lalu. Namun sempat ditunda karena ketidakhadiran Kejagung tanpa pemberitahuan, dan kemudian dilanjutkan pada 15 Juni 2020 dan terus berlangsung sampai 19 Juni 2020 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Salah satu pengurus Forum Nasabah Wanaartha Life (Forsawa) yang berprofesi sebagai advokat, Desy Widyantari menjelaskan, barang bukti yang disita bukan hanya milik Wanaartha. Namun, sebagian besar justru milik nasabah pemegang polis.

"Barang bukti yang disita bukan hanya milik Wanaartha Life tetapi sebagian besar merupakan dana kelolaan premi pemegang polis atau nasabah WanaArtha Life," kata Desy Widyantari



Sumber: BeritaSatu.com