Tjahjo Kumolo Sebut Presiden Jokowi Selalu Ingatkan Perubahan Birokrasi

Tjahjo Kumolo Sebut Presiden Jokowi Selalu Ingatkan Perubahan Birokrasi
Tjahjo Kumolo. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Carlos KY Paath/Novy Lumanau / JAS Kamis, 25 Juni 2020 | 12:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu mengingatkan pentingnya reformasi birokrasi. Tjahjo Kumolo mengungkap, Presiden meletakkan lima prioritas pembangunan 2020-2024.

Kelimanya yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, birokrasi, dan transformasi ekonomi. Keputusan agar pembangunan SDM sebagai prioritas pertama, menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing bangsa dan negara dalam dunia internasional.

"Upaya ini tentunya tidak terlepas dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas birokrasi, sudah barang tentu juga peningkatan kualitas ASN (Aparatur Sipil Negara)," kata Tjahjo Kumolo dalam seminar daring bertajuk "Jalan Menuju ASN Unggul Pasca Pandemi", Kamis (25/6/2020).

Tjahjo menuturkan tidak dapat dimungkiri, pandemi Covid-19 tengah mengguncang dan sangat merepotkan negara-negara di seluruh dunia. Seluruh sektor kehidupan terimbas oleh kuatnya pandemi Covid-19. Dunia dilanda krisis, dan setiap negara berjuang dengan caranya masing-masing untuk keluar dari krisis ini.

Tjahjo menyatakan pandemi memaksa pemerintah untuk merespons krisis secara cepat agar tidak meluas. Selain itu juga membuat pemerintah melakukan perubahan-perubahan untuk menyesuaikan diri menghadapi pandemi.

"Sejak awal terpilihnya Bapak Presiden untuk periode kedua, beliau sudah mewanti- wanti pentingnya perubahan birokrasi agar memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi. Bapak Presiden sering kali mengingatkan kepada kita semua mengenai bahayanya budaya rutinitas," ucap Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo pun menyebut, "Pandemi Covid-19 telah menunjukkan bahwa apa yang menjadi pesan beliau tersebut menjadi sangat relevan untuk segera kita wujudkan. Pandemi Covid-19, telah menunjukkan kepada kita semua tentang perlunya kita untuk keluar dari kebiasaan rutin kita, menerapkan pola-pola baru dan cara-cara baru, dalam menyelenggarakan pemerintahan."

Tjahjo Kumolo mengatakan ASN dituntut dapat bekerja dari rumah, menggunakan berbagai perangkat teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu menyelesaikan pekerjaan. Rapat-rapat juga berlangsung jarak jauh, bahkan ASN terpaksa harus bekerja tanpa mengenal waktu dan tempat.

"Kita dipaksa untuk mengikuti budaya baru disebut dengan tatanan kenormalan baru. Mungkin saja pandemi Covid-19, masih terus berlangsung, tidak ada yang mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir. Untuk menyikapi hal tersebut, menurut saya, kita tidak boleh terlarut dalam kondisi krisis ini," kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo meminta ASN senantiasa berjuang untuk menyesuaikan diri dan terus berjalan mengejar impian mewujudkan Indonesia maju. "Tidak ada jalan lain, dalam situasi apapun pemerintah tetap harus berjalan, harus mewujudkan berbagai target pembangunan yang sudah ditetapkan, pemerintah tetap harus produktif," tegas Tjahjo Kumolo.



Sumber: BeritaSatu.com