Presiden: Indonesia Sudah Bisa Produksi 17 Juta APD Per Bulan

Presiden: Indonesia Sudah Bisa Produksi  17 Juta APD Per Bulan
Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jawa Timur, Kamis (25/6/2020)dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Foto: Biro Pers Istana)
Teguh L Rahmadi / JEM Kamis, 25 Juni 2020 | 13:04 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengargai kecepatan pergeseran perusahaan dengan memanfaatkan  situasi dari sebelumnya tidak memproduksi alat pelindung diri (APD), menjadi perusahaan memproduksi APD dan masker sehingga bisa digunanakan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Artinya, kata Presiden Jokowi, secara cepat pengusaha menyesuaikan dari kebutuhan pasar yang ada. "Kita harapkan dan baru kemarin mendapat informasi bahwa Indonesia, saat ini telah bisa memproduksi kurang lebih 17 juta APD per bulan," kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait penanganan Covid-19, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah memberikan dorongan agar kebutuhan APD di dalam negeri sebesar 5 juta dicukupi, sisanya baik APD maupun masker bisa diekspor.

Kepala Negara menginginkan suatu saat nanti, berkunjung Kepanjen, Probolinggo, Jawa Timur, untuk melihat langsung proses produksi APD tersebut.

Pada bagian lain, Presiden Jokowi meminta, terkait penanganan virus corona, bahwa strategi intervensi berbasis lokal betul-betul diperkuat, yaitu berkaitan dengan manajemen desa, kampung, rukun warga (RW) dan pondok pesantren.

"Saya kira intervensi berbasis lokal akan lebih mudah untuk dikendalikan," pesan Presiden Jokowi.

Kepala Negara juga meminta para bupati/wali kota, selain urusan kesehatan, hendaknya juga memantau bantuan sosial. Jangan sampai ada yang tercecer.

"Kalau ada yang tercecer tolong diatasi provinsi bupati/wali kota, sehingga masyarakat yang memerlukan bantuan betul-betul bisa memanfaatkan," kata Presiden Jokowi.

Seusai meninjau Posko Penanganan Covid-19, Presiden kembali ke Bandara Internasional Juanda Syrabaya di Sidoarjo, kemudian lepas landas menuju Bandara Internasional Banyuwangi.

Agenda kerja Presiden di Banyuwangi, meninjau langsung pasar tradisional dan Pasar Pelayanan Publik Rogojampi. Setelahnya, Presiden dijadwalkan untuk menuju Pantai So Long untuk melihat langsung kesiapan adaptasi kebiasaan baru di destinasi wisata tersebut.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Selain itu turut pula Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. 



Sumber: BeritaSatu.com