Pemohon Uji Materi Ingin Kesetaraan Bidang Penyiaran
Logo BeritaSatu

Pemohon Uji Materi Ingin Kesetaraan Bidang Penyiaran

Kamis, 25 Juni 2020 | 13:53 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com – Pemohon uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) ingin agar adanya kesetaraan di bidang penyiaran. Terutama bagi penyelenggara siaran digital berbasis internet.

“Perlu kami tegaskan, upaya konstitusional yang kami tempuh bukanlah bentuk perlawanan terhadap layanan platform digital over the top atau OTT. Hari ini dan ke depan layanan OTT terlepas dari penyelenggaranya asing ataupun lokal telah menjadi business model baru di industri penyiaran sehingga harus memperoleh kepastian hukum agar dapat menciptakan level of playing field sesuai amanat konstitusi. Hal itu bisa terwujud hanya apabila layanan OTT yang melakukan aktivitas penyiaran juga tunduk pada UU Penyiaran,” tutur M Imam Nasef, kuasa hukum pemohon uji materi dalam hal ini iNews dan RCTI dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Ia menjelaskan, tujuan dibentuknya UU Penyiaran adalah untuk melindungi kedaulatan nasional di bidang penyiaran. Oleh karenanya, kata dia, di dalamnya diatur mengenai asas, tujuan, fungsi, dan arah penyiaran di Indonesia. Bahkan diatur juga pedoman mengenai isi dan perilaku siaran.

Konsekuensinya, apabila ada aktivitas penyiaran yang menyimpang dari aturan itu, pemerintah bisa menindak tegas. Namun, apabila ada penyelenggara penyiaran yang tidak tunduk UU Penyiaran, maka hal itu akan mengancam kedaulatan nasional di bidang penyiaran.

Diakui, perkembangan pesat internet sebagai salah satu media berkomunikasi dan menyampaikan pesan atau informasi telah membawa peradaban manusia modern memasuki era digital. Internet of Things (IoT) menjadi keniscayaan dan melahirkan berbagai macam platform digital yang dikenal dengan layanan OTT.

Layanan OTT terkait konten melalui internet berupa penyediaan semua bentuk informasi digital yang terdiri atas tulisan, suara, gambar, animasi, musik, video, film, permainan (game) atau kombinasi dari sebagian atau semuanya. Termasuk bentuk yang dialirkan (streaming) atau diunduh (download) melalui jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet.

Berdasarkan klasifikasi itu, layanan OTT yang output-nya berupa layanan konten via internet sebenarnya telah masuk kategori siaran apabila merujuk kepada definisi siaran yang diatur dalam Pasal 1 angka 1 UU Penyiaran. Pasal itu berbunyi: siaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran.

Jadi, kata Imam, layanan OTT yang berupa layanan konten pada dasarnya juga melakukan aktivitas penyiaran, sehingga seharusnya masuk ke dalam rezim penyiaran.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara


BERITA LAINNYA

Kepala LAN: Widyaiswara Jadi Garda Terdepan Penyiapan ASN Unggul di Era Digital Learning

Birokrasi meninggalkan cara-cara lama dalam bekerja demi mencapai efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi

NASIONAL | 21 September 2021

PTM di Semarang, 7 Guru dan Siswa Tertular Covid-19

Ada tujuh guru dan siswa dikonfirmasi tertular Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Semarang

NASIONAL | 21 September 2021

Prihatin Tragedi Kiwirok, Ratusan Nakes Gelar Aksi Bakar Lilin di Jayapura

Para nakes di antaranya berasal dari organisasi IDI, Patelki, HAKLI, Persagi, IBI, IAKMI, IAI dan PPNI.

NASIONAL | 21 September 2021

RIsma Jabarkan Strategi Percepatan Penanganan Kemiskinan

Di hadapan anggota Komite III DPD, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memaparkan strategi Kemsos mengakselerasi penanganan kemiskinan

NASIONAL | 21 September 2021

Pemuda Papua Sebut Pemimpin Idola, Sandiaga: Saya Hanya Orang Biasa

Salah seorang pemuda terharu dan menegaskan kalau Sandiaga adalah sosok pemimpin idola.

NASIONAL | 21 September 2021

Mendikbudristek Respons Positif Pemberdayaan SAD yang Diusung Universitas Jambi

Mendikbud Nadiem Makarim akan melihat dari dekat pemberdayaan suku anak dalam (SAD) di Sarolangun, Jambi terutama pada aspek pendidikannya.

NASIONAL | 21 September 2021

Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Cak Nanto: Main Hakim Sendiri Tidak Dibenarkan

Cak Nanto menyebut tindakan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece, tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 21 September 2021

DPR Tetapkan 7 Hakim Agung, Herman Herry: Selamat Bekerja

DPR telah menetapkan tujuh hakim agung dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 21 September 2021

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung langkah TNI-Polri menumpas KKB di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

Fadli Zon: Pemerintah Harus Memperkuat Alutsista

Fadli Zon mengatakan pemerintah harus lebih keras lagi dalam mempertahankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Hari Ini, 2 Eks Pejabat Pajak Jalani Sidang Perdana Perkara Suap dari Bank Panin Cs

Hari Ini, 2 Eks Pejabat Pajak Jalani Sidang Perdana Perkara Suap dari Bank Panin Cs

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings