ASN Banggai Perkuat Kerja Kerakyatan Saat Pandemi

ASN Banggai Perkuat Kerja Kerakyatan Saat Pandemi
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Antara)
Carlos KY Paath / YS Kamis, 25 Juni 2020 | 14:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) Herwin Yatim mengungkapkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya melakukan kerja-kerja kerakyatan di tengah pandemi Covid-19.

Misalnya mendorong masyarakat Banggai yang berjumlah sekitar 300.000 lebih untuk mengikuti tes cepat Covid-19.

"Saat ini hampir 1% rakyat Banggai sudah ikut rapid test (tes cepat). Hasilnya hanya 9 orang positif. Secara masif kami lakukan pemantauan dan pencegahan juga ingatkan masyarakat terkait bahaya Covid-19. Ini bagian dari kerja-kerja teman-teman ASN di Banggai," kata Herwin.

Hal itu disampaikan Herwin dengan didampingi Wakil Bupati (wabup) Banggai, Mustar Labolo dalam seminar daring bertajuk "Jalan Menuju ASN Unggul Pasca Pandemi, Kamis (25/6/2020).

"Kami juga lakukan pasar murah. Saya bersama Pak Wabup mengarahkan dinas dan ASN lebih produktif melayani rakyat. ASN kami juga lakukan inovasi teknologi. Misalnya menyambung ojek daring dengan pasar-pasar tradisional. Ojek daring bangkit, pasar-pasar tradisional bangkit, masyarakat terbantu. Ada 7.600 ASN yang akses jasa ojek daring ini."

Herwin juga menyatakan, ASN di Banggai diberikan tunjangan kinerja. Hasilnya mendorong ASN bekerja lebih profesional, terukur dan optimal. Herwin memang berharap lahir ASN unggul.

"Kami juga beri contoh dan ingatkan agar ASN tidak patah semangat dengan pandemi ini, tapi harus menyesuaikan. Kami bersyukur para ASN melakukan inovasi-inovasi," ucap Herwin.

Pada kesempatan yang sama, Global CEO Tanoto Foundation, J Satrijo Tanudjojo mengatakan, pandemi memberi banyak pelajaran bagi semua pihak. Satrijo menyatakan pandemi sempat disebut-sebut mengakhiri globalisasi.

Sebab memang di awal-awal, lanjut Satrijo, masing-masing daerah melakukan penutupan akses.

"Tampaknya tidak ada lagi hubungan antara satu dan lain. Di belakang itu, terima kasih kepada teknologi. Banyak berbagi pengetahuan data, dan kita saling bergotong royong. Kita merasakan ketergantungan satu dan lain untuk tidak terinfeksi," kata Satrijo.

Satrijo pun menyebut, "Kerja sama secara global malah semakin diperlukan. Banyak hal baru akan muncul atau yang sudah ada akan semakin dipertajam. Penguasaan informasi dan teknologi akan semakin dituntut. Dengan demikian akan ada tuntutan baru dan lebih intens untuk ASN. Kualitas pelayanan publik harus ditingkatkan."



Sumber: Suara Pembaruan