Harimau Sumatera Tewas Diduga Akibat Diracun

Harimau Sumatera Tewas Diduga Akibat Diracun
Harimau Sumatera. (Foto: Pixabay)
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 25 Juni 2020 | 14:54 WIB

Madina, Beritasatu.com - Harimau Sumatera berusia dewasa yang selama ini berkonflik dengan masyarakat karena sering memasuki Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Sumatera Utara (Sumut), ditemukan tewas setelah memakan kambing.

Menurut Kasatreskrim Polres Madina, AKP Azuar Anas, binatang buas itu diduga tewas akibat keracunan. Sejumlah warga ditengarai menaruh racun di kambing yang sudah mati dan dimakan oleh sang harimau.

"Setelah mendapatkan kabar harimau mati, kita bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam, langsung turun ke Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis," ujar Azuar, Kamis (25/6/2020).

Azuar mengatakan, berdasarkan keterangan warga di sana, harimau itu sudah dikubur di sebuah lahan. Petugas juga meminta warga yang mengetahui kejadian tersebut, supaya menunjukkan lahan penguburan harimau.

"Memang ada harimau mati yang dikuburkan di sebuah lahan milik salah seorang warga di sana. Ketika kita membedah isi tubuh hewan yang sudah mati itu, kemungkinan penyebabnya akibat diracun," katanya.

Konflik masyarakat dengan harimau di Desa Rantau Panjang, sudah terjadi selama bertahun - tahun. Masyarakat merasa resah karena hewan buas ini sering terlihat di sekitar perkebunan milik warga.

Terakhir, sekitar bulan Maret 2013, seorang warga tewas dimangsa. Karman Lubis (32), adalah seorang petani karet yang ditemukan tewas mengenaskan di perkebunan karet di Taman Nasional Batang Gadis, persisnya di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Selasa (12/3/2013). Diduga, petani nahas itu tewas akibat diterkam harimau.

"Tubuh korban ditemukan terpisah-pisah. Bahkan hingga berjarak 300 meter dari lokasi penemuan tubuh. Diduga korban tewas akibat terkaman harimau," kata paman korban, Amiruddin Nasution.

Menurutnya, Lubis dinyatakan hilang sejak, Senin (11/3/2013) sore. Kemudian, masyarakat sekitar segera melakukan pencarian untuk menemukan korban.

"Biasanya, Karman memang berangkat pagi untuk menderes getah di kebun karet. Namun, ia tak kunjung kembali. Kami langsung pergi ke kebun karet dan mendapatkan pakaian korban yang sudah berlumuran darah. Kami pun akhirnya menemukan bagian tubuh korban penuh luka cabik. Pagi harinya, kami baru menemkan kepala korban," ujarnya.

Kejadian ini, spontan, membuat masyarakat di kampung itu menjadi heboh. Sebagian masyarakat bahkan membatasi diri untuk keluar rumah. Mereka khawatir jika hewan buas itu kembali menerkam warga lainnya.

"Sebagian dari masyarakat di sini sudah ketakutan, dan telah disepakatai bersama untuk membentuk kelompok mengawasi kampung. Ini untuk mengantisipasi jika harimau lain mencari mangsa," sebut warga lainnya, Darma Lubis (40).
Darma mengungkapkan, harimau masuk pemukiman penduduk akibat kerusakan hutan.

"Soalnya, hutan di sana pun diduga sudah mengalami kerusakan. Aktivitas penebangan hutan diduga menjadi pemicu hewan buas itu berkeliaran," sebutnya.  



Sumber: BeritaSatu.com