Harimau Sumatera Tewas Diduga Akibat Diracun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Harimau Sumatera Tewas Diduga Akibat Diracun

Kamis, 25 Juni 2020 | 14:54 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Madina, Beritasatu.com - Harimau Sumatera berusia dewasa yang selama ini berkonflik dengan masyarakat karena sering memasuki Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Sumatera Utara (Sumut), ditemukan tewas setelah memakan kambing.

Menurut Kasatreskrim Polres Madina, AKP Azuar Anas, binatang buas itu diduga tewas akibat keracunan. Sejumlah warga ditengarai menaruh racun di kambing yang sudah mati dan dimakan oleh sang harimau.

"Setelah mendapatkan kabar harimau mati, kita bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam, langsung turun ke Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis," ujar Azuar, Kamis (25/6/2020).

Azuar mengatakan, berdasarkan keterangan warga di sana, harimau itu sudah dikubur di sebuah lahan. Petugas juga meminta warga yang mengetahui kejadian tersebut, supaya menunjukkan lahan penguburan harimau.

"Memang ada harimau mati yang dikuburkan di sebuah lahan milik salah seorang warga di sana. Ketika kita membedah isi tubuh hewan yang sudah mati itu, kemungkinan penyebabnya akibat diracun," katanya.

Konflik masyarakat dengan harimau di Desa Rantau Panjang, sudah terjadi selama bertahun - tahun. Masyarakat merasa resah karena hewan buas ini sering terlihat di sekitar perkebunan milik warga.

Terakhir, sekitar bulan Maret 2013, seorang warga tewas dimangsa. Karman Lubis (32), adalah seorang petani karet yang ditemukan tewas mengenaskan di perkebunan karet di Taman Nasional Batang Gadis, persisnya di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Selasa (12/3/2013). Diduga, petani nahas itu tewas akibat diterkam harimau.

"Tubuh korban ditemukan terpisah-pisah. Bahkan hingga berjarak 300 meter dari lokasi penemuan tubuh. Diduga korban tewas akibat terkaman harimau," kata paman korban, Amiruddin Nasution.

Menurutnya, Lubis dinyatakan hilang sejak, Senin (11/3/2013) sore. Kemudian, masyarakat sekitar segera melakukan pencarian untuk menemukan korban.

"Biasanya, Karman memang berangkat pagi untuk menderes getah di kebun karet. Namun, ia tak kunjung kembali. Kami langsung pergi ke kebun karet dan mendapatkan pakaian korban yang sudah berlumuran darah. Kami pun akhirnya menemukan bagian tubuh korban penuh luka cabik. Pagi harinya, kami baru menemkan kepala korban," ujarnya.

Kejadian ini, spontan, membuat masyarakat di kampung itu menjadi heboh. Sebagian masyarakat bahkan membatasi diri untuk keluar rumah. Mereka khawatir jika hewan buas itu kembali menerkam warga lainnya.

"Sebagian dari masyarakat di sini sudah ketakutan, dan telah disepakatai bersama untuk membentuk kelompok mengawasi kampung. Ini untuk mengantisipasi jika harimau lain mencari mangsa," sebut warga lainnya, Darma Lubis (40).
Darma mengungkapkan, harimau masuk pemukiman penduduk akibat kerusakan hutan.

"Soalnya, hutan di sana pun diduga sudah mengalami kerusakan. Aktivitas penebangan hutan diduga menjadi pemicu hewan buas itu berkeliaran," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Putusan soal Siaran FTA Tanpa Izin Dinilai Beri Kepastian Hukum

"Setiap putusan yang mencerminkan hadirnya kepastian hukum dan keadilan bagi yang berhak selalu pantas untuk disyukuri."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Divonis 12 Tahun Penjara, Penusuk Wiranto Tak Ajukan Banding

Abu Rara langsung menerima vonis 12 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (25/6/2020).

NASIONAL | 25 Juni 2020

Pedagang Pasar Tradisional Palu Jalani Rapid Test Covid-19

Sebanyak 40 warga menjalani rapid test dengan hasil negatif.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Polri: Teroris Kalimantan Tiga Kali Latihan Perang

"Rahman telah mengikuti idad (latihan para militer) sebanyak tiga kali bersama dengan Tahliz dan sembilan orang lainnya."

NASIONAL | 25 Juni 2020

Covid-19 di Jatim, Jokowi: Tidak Bisa Surabaya Sendiri

Surabaya Raya adalah wilayah aglomerasi yang harus dijaga terlebih dahulu.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Ketua Komisi III Desak Kapolri Usut Dalang Pembakaran Bendera PDIP

Menurut Herman, setiap warga negara yang melanggar hukum sudah sepatutnya diberi sanksi tegas.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Pandemi Covid-19, KPU Jateng Targetkan Partisipasi Pemilih 75 Persen

Pilkada Serentak 2020 akan digelar di 21 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jokowi Minta Jatim Tidak Tergesa-Gesa Terapkan Normal Baru

“Apabila ini terkendali dan masuk ke new normal atau masuk ke normal, saya minta juga tahapan-tahapannya diprakondisikan terlebih dahulu,” ujar Jokowi.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Polda Riau Akan Maksimal Tangani Karhutla

Polda Riau juga menyusun protokol bagi Satgas Karhutla yang aman dari Covid-19.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Pakar: Tidak Semua ASN Kuasai Teknologi

"Kita belum punya kebijakan yang bisa mendukung bagaimana ASN bisa WFH (bekerja dari rumah). Jadi jangan kaget jika mereka kurang produktif."

NASIONAL | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS