70% Warga Jatim Tak Pakai Masker

70% Warga Jatim Tak Pakai Masker
Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jawa Timur, Kamis (25/6/2020)dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Foto: Biro Pers Istana)
Lenny Tristia Tambun / YS Kamis, 25 Juni 2020 | 14:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-10 Provinsi Jawa Timur bahwa masih ada 70 persen warga Jawa Timur yang tidak memakai masker di tengah masih merebaknya pandemi Covid-19.

“Tadi disampaikan oleh Gugus Tugas bahwa masih ada 70 persen yang enggak pakai masker,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan terkait penanganan Covid-19 melalui video conference di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).

Angka tersebut, menurutnya sangat besar. Karena itu, ia meminta Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 dan Menteri Kesehatan untuk mengirimkan masker sebanyak-banyaknya ke Jawa Timur, khususnya ke Jawa Timur.

“Ini angka yang gede banget. Oleh sebab itu, saya minta hari ini saya minta Gugus Tugas Nasional, Pak Menkes kirim masker sebanyak-banyaknya ke Surabaya, ke Jawa Timur,” ujar Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengajak semua tokoh agama dan masyarakat di Jawa Timur untuk mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Terutama pentingnya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan terus menerus.

“Saya minta kita semuanya mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan mengenai protokol kesehatan. Pentingnya memakai masker. pentingnya jaga jarak pentingnya dan cuci tangan terus diulang-ulang,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, melihat masih tingginya penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, Presiden Jokowi memberikan waktu selama dua pekan untuk pengendalian Covid-19 di daerah tersebut.

Agar pengendalian Covid-19 dapat dilakukan dengan baik, Jokowi meminta, mulai dari Gugus Tugas, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota hingga kampung desa dan rumah sakit (RS), semuanya harus ikut bersama-sama melakukan manajemen krisis. Sehingga bisa mengatasinya dan menurunkan angka positif tadi.

Pengendalian Covid-19 harus segera dilakukan, karena Jokowi melihat angka penambahan kasus positif di Jawa Timur masih tinggi. Penambahan angka positif yang terkena Covid-19 di Jawa Timur ini 183 orang pada kemarin, Rabu (24/6/2020).

Tetapi, ia juga melihat ada optimisme dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berdasarkan keterangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bahwa tingkat kesembuhan mencapai 31 persen.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, angka penambahan kasus corona di Jawa Timur semakin tinggi menyusul DKI Jakarta. Kasus positif di Jawa Timur kini sudah mencapai 10.298 hingga Rabu (24/6/2020). Sedangkan pasien positif di DKI Jakarta mencapai 10.404 orang

Kasus kematian pasien Covid-19 di Jawa Timur tertinggi se-Indonesia. Dari data per Rabu pukul 12.00 WIB, jumlah kematian yang disebabkan Covid-19 di Jawa Timur mencapai 750 kasus, sedangkan DKI Jakarta 602 kasus.