Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Buat Kebijakan Berdasarkan Data Ilmiah dan Pakar

Jokowi Instruksikan Kepala Daerah Buat Kebijakan Berdasarkan Data Ilmiah dan Pakar
Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja di Jatim, Kamis (25/6/2020). (Foto: istimewa / istimewa)
Lennny Tristia Tambun / YS Kamis, 25 Juni 2020 | 15:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepala daerah saat membuat kebijakan normal baru harus berdasarkan data ilmiah atau pakar perguruan tinggi.

“Saya titip ini utamanya kepada gubernur, bupati, dan wali kota agar setiap membuat kebijakan selalu merujuk pada data science dan juga saran dari scientist," kata Jokowi saat memberikan pengarahan terkait penanganan Covid-19 melalui video conference di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).

Bila kepala daerah membuat kebijakan normal baru tanpa melihat data dan saran dari para pakar perguruan tinggi, maka akan sangat membahayakan masyarakat.

“Jangan kita membuat kebijakan, membuat policy, tanpa melihat data tanpa mendengarkan saran dari para pakar. Ini berbahaya. minta masukan dari pakar epidemologi, minta saran dari pakar-pakar perguruan tinggi,” terang Jokowi.

Selain itu, Kepala Negara meminta kepala daerah untuk menyiapkan beberapa rencana dalam menerapkan tatanan normal baru, sehingga bisa terus siap siaga dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

“Saya juga minta agar disiapkan plan A, plan B, plan C-nya agar kita betul-betul terus siaga menghadapi situasi yang tidak terduga,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar seluruh kepala daerah serta pemangku kepentingan terus meningkatkan kehati-hatian, karena kasus positif Covid-19 di dunia sudah mendekati angka 10 juta kasus.

“Hati-hati, informasi yang saya terima tadi pagi, dunia sudah mendekati 10 juta kasus positif. Hati-hati. Kita tidak ingin ikut terseret kepada angka-angka yang besar,” papar Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta pemerintah pusat dan daerah serta Gugus Tugas terus siaga dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Ia meminta dilakukan perhitungan yang tepat agar dapat disiapkan antisipas yang tepat dan akurat.

“Kalkulasi semuanya, hitung semuanya, siapkan antisipasi semuanya, baik yang namanya RS Darurat, kebutuhan SDM, kebutuhan tempat tidur untuk isolasi, baik di RS Darurat lapangan maupun RS rujukan, betul-betul disiapkan,” jelas Jokowi.

Jokowi menegaskan, dirinya akan terus memantau perkembangan di Provinsi Jawa Timur. Ia berharap dalam dua pekan ada penurunan kasus Covid-19 yang signifikan di Jawa Timur.

"Saya akan memantau terus mengikuti dan juga melihat data-data yang ada di Provinsi Jawa Timur dan kita harapkan dalam 2 minggu ini betul-betul ada penurunan yang signifikan baik RW, baik RT semuanya. Kita harapkan bisa turun sehingga kita bisa masuk ke sebuah tatanan normal baru dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” tegasnya.