Survei SMRC: Mayoritas Setuju Kebijakan Transisi Menuju Normal Baru
Logo BeritaSatu

Survei SMRC: Mayoritas Setuju Kebijakan Transisi Menuju Normal Baru

Kamis, 25 Juni 2020 | 15:49 WIB
Oleh : Herman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kembali melakukan survei nasional terkait kondisi ekonomi masa Covid-19 dan respons kebijakan pemerintah. Survei ini melibatkan 1.978 responden di seluruh Indonesia dengan margin of error 2,2 persen pada 18-20 Juni 2020. Salah satu yang disorot dalam survei kali ini terkait pemberlakuan tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal.

Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando memaparkan, mayoritas warga di Indonesia atau 81 persen mengetahui adanya kebijakan new normal, dan 80 persen setuju dengan pemerintah yang memulai kebijakan transisi menuju kehidupan normal baru, walaupun kasus penularan Covid-19 belum menurun. Kemudian sebanyak 15 persen menilai kebijakan ini sebaiknya ditunda, dan dari yang menginginkan ditunda itu mayoritasnya atau 58 persen mengatakan sebaiknya ditunda sampai kasus baru menurun.

Lebih spesifik lagi, 92 persen setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan bekerja di luar rumah, 93 persen setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan penggunaan tempat ibadah, dan 90 persen setuju dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan aturan penggunaan transportasi umum.

Menurut Ade, dukungan warga terhadap langkah normal baru ini berkorelasi dengan pandangan warga tentang kondisi ekonomi. Sekitar 85 persen merasa keadaan ekonomi nasional sekarang lebih buruk dibanding tahun lalu. Survei juga menemukan, 71 persen warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19. Sekitar 76 persen mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah.

“Di sisi lain, persentase penilaian negatif ini menunjukkan penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Sentimen negatif paling tinggi terhadap ekonomi nasional mencapai 92 persen pada 12-16 Mei 2020. Namun setelah itu perlahan menurun menjadi 85 persen dalam survei terakhir 18-20 Juni 2020,” kata Ade Armando dalam webinar rilis survei SMRC bertajuk “Kondisi Ekonomi Masa Covid-19 dan Respons Kebijakan: Opini Publik Nasional”, Kamis (25/6/2020).

Selain itu, persentase mereka yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk mengalami penurunan dibandingkan survei pada 20-22 Mei, di mana penilaian negatifnya saat itu mencapai 83 persen.

Namun, optimisme dengan ekonomi rumah tangga dan nasional masih belum tinggi. Hanya 44 persen yang menilai ekonomi rumah tangga tahun depan akan lebih baik, dan hanya 34 persen yang menilai ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik dibanding sekarang.

Optimisme atas kondisi ekonomi nasional ke depan ini lebih rendah dibanding pada masa sebelum Covid-19 yang berkisar antara 51-66 persen dalam lima tahun terakhir. Nmun dibandingkan temuan bulan lalu (4-5 Mei 2020) di mana yang merasa optimistis dengan kondisi ekonomi rumah nasional dan rumah tangga hanya 27-29 persen, optimisme warga sekarang dalam melihat kondisi ekonomi ke depan terlihat sedikit menguat.

Survei SMRC ini juga menunjukkan mayoritas warga bersedia melakukan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan pemerintah. Mayoritas warga mengaku sering/selalu menerapkan aturan kesehatan seperti mengenakan masker keluar rumah (91 persen), mencuci tangan dengan sabun (96 persen) dan menjaga jarak (86 persen) dalam pergaulan sehari-hari.

“Yang masih sulit dilakukan adalah menghindari kerumunan. Mayoritas warga, 74 persen, mengaku pernah setidaknya sekali dalam seminggu terakhir berada di kerumunan atau mengikuti kegiatan yang dihadiri lebih dari 5 orang. Yang tidak pernah hanya 19 persen,” kata Ade.

Dukungan terhadap kebijakan normal baru terlihat di seluruh daerah. Persentase tertinggi warga yang mendukung pemberlakukan normal baru saat ini adalah DKI Jakarta dengan 91 persen, sementara terendah adalah Bali dan Nusa Tenggara yang hanya 67 persen.

Dukungan terhadap normal baru juga lebih banyak disuarakan mereka yang bekerja di sektor informal, berlatar belakang pendidikan lebih rendah dan berpendapatan lebih rendah. Sebagai perbandingan, yang berharap normal baru diberlakukan saat ini di kalangan warga yang berpendidikan SD mencapai 83 persen, berpendapatan kurang dari 1 juta mencapai 83 persen, berprofesi sopir/ojek 90 persen, yang berprofesi pedagang warung/kaki lima 85 persen, serta buruh/pembantu/satpam/tidaktetap 84 persen. Sementara yang berpendidikan perguruan tinggi 68 persen, berpendapatan di atas Rp 4 juta mencapai 74 persen, dan yang berprofesi pegawai/dosen/guru/profesional 76 persen.

Dukungan agar normal baru diberlakukan saat ini juga paling banyak datang dari kelompok warga yang menilai kondisi ekonomi nasional ke depan lebih buruk. Sekitar 85 persen warga yang menilai kondisi ekonomi nasional ke depan lebih buruk mendukung pemberlakuan normal baru saat ini, sementara hanya 78 persen warga yang menilai kondisi ekonomi Indonesia lebih baik yang mendukung pemberlakuan normal baru.

Survei ini juga menemukan bahwa terjadi peningkatan jumlah orang yang mengaku pernah menerima bantuan sembako baik dari pemerintah atau dari masyarakat untuk meringankan beban dampak Covid-19, dari 33 persen di akhir survei bulan Mei 33 persen menjadi 41 persen dari populasi.

“Jumlah warga yang mendesak untuk dibantu (miskin atau rentan miskin) jumlahnya sekitar 34 persen dari total populasi. Kalau sekarang ada 41 persen warga yang mendapat bantuan sembako, maka bantuan sembako tersebut lebih banyak dari jumlah warga yang butuh bantuan sangat mendesak, 34 persen,” terang Ade.

Hal lain yang ditemukan bahwa penerima Bansos Tunai meningkat dari 8 persen menjadi 16 persen dari populasi, dan penerima program BLT-Dana Desa meningkat dari 8 persen menjadi 13 persen dari populasi. Hasil analisis tabulasi silang menunjukkan total yang menerima Bansos Tunai dan/atau BLT Dana desa sekitar 22 persen. Bila dalam persentase warga yang membutuhkan bantuan mendesak mencapai 34 persen, maka diperkirakan ada sekitar 12 persen yang belum mendapatkan bantuan Bansos Tunai dan/atau Dana Desa.

“Secara umum, total populasi yang menerima bantuan sembako, Bansos Tunai, dan BLT Dana Desa mengalami kemajuan dalam sebulan terakhir. Hal ini berkontribusi meningkatkan optimisme warga atas kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional ke depan,” ujar Ade.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

Ke Banten, Jokowi Resmikan Pabrik Industri Baja dan Tinjau Vaksinasi

Presiden dan rombongan akan menuju Puskesmas Singandaru, Kota Serang, untuk meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

NASIONAL | 21 September 2021

Peringatan BMKG: 26 Wilayah Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 21 September 2021

Balap Liar di Bekas Lapangan Terbang Zaman Kolonial Tewaskan 2 Remaja

Keputusan penutupan lapangan terbang peninggalan zaman kolonial tersebut sudah berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat.

NASIONAL | 21 September 2021

Nakes Korban Penyerangan KKB di Papua Bantah Dokter Restu Pegang Senjata

Saat insiden pembakaran dan perusakan terjadi mereka berempat melarikan diri dengan melompat ke dalam jurang yang ada di dekat puskesmas.

NASIONAL | 20 September 2021

Komisi VIII DPR Setujui Anggaran BNPB Tahun 2022 Sebesar Rp 1,127 Triliun

Kegiatan prioritas nasional tersebut di antaranya pendampingan pengelola infrastruktur darurat, penyaluran DSP atau dana siap pakai, distribusi logistik.

NASIONAL | 20 September 2021

Dipanggil KPK Besok, Anies: Insyaallah, Saya Hadir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok, Selasa (21/9/2021)

NASIONAL | 20 September 2021

Siti Nurbaya: Masyarakat Berkesadaran Hukum Bagian Solusi Permanen Kendalikan Karhutla

Siti menjelaskan sejak tahun 2020 sudah mulai disempurnakan langkah-langkah penanganan karhutla menuju solusi permanen.

NASIONAL | 20 September 2021

Jokowi Beri Bantuan Rp 100 Juta untuk Mantan Ratu Bulutangkis Indonesia yang Sakit Kanker

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan kepada Verawati Fajrin, legenda bulutangkis Indonesia yang sedang sakit kanker.

NASIONAL | 20 September 2021

Wagub Riza Yakin Anies dan Prasetio Tidak Terlibat Kasus Korupsi Tanah di Munjul

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria meyakini Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi tidak terlibat kasus dugaan korupsi tanah di Munjul.

NASIONAL | 20 September 2021

Anies dan Prasetio Dipanggil KPK Soal Korupsi Tanah Munjul, Wagub Riza: Mereka Taat Hukum

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria meyakini Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi taat hukum terkait pemanggilan KPK soal korupsi tanah.

NASIONAL | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Semester I-2021, Jasa Raharja Catat Laba Rp 877,84 Miliar

Semester I-2021, Jasa Raharja Catat Laba Rp 877,84 Miliar

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings