Kemag Ingin Kenaikan Anggaran Menjadi Rp 70,5 Triliun

Kemag Ingin Kenaikan Anggaran Menjadi Rp 70,5 Triliun
Fachrul Razi. (Foto: Antara)
Markus Junianto Sihaloho / YS Kamis, 25 Juni 2020 | 16:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agama (Kemag) mengajukan penambahan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun dari total pagu indikatif yang disediakan Kementerian Keuangan. Sehingga total ajuan Kemag adalah sekitar Rp 70,5 triliun untuk dimasukkan ke rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2021. Kementerian itupun berharap DPR bisa menyetujui ajuan anggaran tersebut.

Dalam rapat dengan Komisi VIII DPR, Kamis (25/6/2020), Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan bahwa pagu indikatif yang diberikan Kementerian Keuangan untuk tahun anggaran 2021 adalah sekitar Rp 66,67 triliun, atau naik Rp 1,6 triliun dari anggaran tahun 2020 yang besarnya Rp 65,06 triliun.

"Meskipun demikian, pagu indikatif 2021 belum sepenuhnya mengakomodasi Kementerian Agama," kata Fachrul.

Pagu indikatif itu sendiri akan didanai dari Rupiah murni sebesar Rp 58,8 triliun; penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 1,82 triliun; dari Badan Layanan umum sekitar Rp 2 triliun; dan dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 660,36 miliar. Kemudian dari surat berharga syariah negara sebesar Rp 3,34 triliun, dan Rupiah murni pendamping Rp 18,43 miliar.

Pagu indikatif tahun 2021 itu akan digunakan Kemag untuk membiayai program dan kegiatan yang tercakup dalam dua fungsinya. Yakni fungsi agama dan fungsi pendidikan. Fungsi agama mendapatkan pagu indikatif Rp 11,07 triliun, dan fungsi pendidikan sebesar Rp 55,59 triliun.

"Berdasar surat Menteri Agama pada 20 Juni 2020, kami mengajukan usulan penyesuaian dan tambahan anggaran sebesar Rp 3,8 triliun, sehingga anggaran Kementerian Agama akan menjadi Rp 70,51 triliun," kata Fachrul.



Sumber: Suara Pembaruan