Pakar: Daripada Buka Sekolah, Lebih Baik Fokus ke Mutu Pendidikan Selama Pandemi

Pakar: Daripada Buka Sekolah, Lebih Baik Fokus ke Mutu Pendidikan Selama Pandemi
Seorang ibu merekam video anaknya ujian hafalan sekolah untuk dikirim ke guru dengan gawai dari rumah, karena sekolah terhenti selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa 28 April 2020. (Foto: Antara Foto)
Maria Fatima Bona / IDS Kamis, 25 Juni 2020 | 18:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar bidang Ilmu Pendidikan Anak Berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Profesor Rochmat Wahab, berpendapat, ketimbang membuka sekolah kembali yang bisa berpotensi meningkatkan penularan Covid-19, lebih baik pemerintah fokus pada peningkatan mutu pendidikan selama anak belajar dari rumah. Entah itu pendidikan berbasis daring, luring (tatap muka), dan blended learning (campuran).

Bisa dilakukan mulai dari modifikasi kurikulum sehingga anak tidak bosan dan terbebani selama belajar dari rumah. Inilah yang membuat pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung selama tiga bulan terakhir tidak efektif.

Untuk itu, Rochmat meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membantu sekolah dan guru dengan menyiapkan modul dan bahan ajar supaya anak bisa belajar kontekstual dari mana saja dengan dengan materi sama. Dengan begitu, PJJ tidak harus secara daring bisa dilakukan secara luring.

“Modul dan materi yang disiapkan harus difokuskan pada kecakapan hidup. Jadi materi harus dimodifikasi dan dilakukan penyederhanaan. Karena skema luring di remote area di mana guru juga sulit menjangkau siswa di rumah, maka dengan modifikasi siswa mendapat pelayanan pendidikan dengan kualitas merata,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X di Jakarta, Kamis (25/6/2020).



Sumber: BeritaSatu.com