Pakar: Selama Pandemi, Mutu Pendidikan Nasional Turun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar: Selama Pandemi, Mutu Pendidikan Nasional Turun

Kamis, 25 Juni 2020 | 18:38 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Center of Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji mengatakan, pada masa pandemi ini, mutu pendidikan Indonesia menurun. Hal ini terjadi karena ekosistem pendidikan Indonesia belum mencapai kondisi ideal seperti yang didesain oleh Ki Hajar Dewantara. Ekosistem pendidikan ideal itu harus terdiri dari tiga pusat pendidikan, yakni sekolah, masyarakat, dan rumah.

“Nah begitu sekarang kita dipaksa untuk belajar dari rumah, terlihat sekali ternyata rumah selama ini tidak dijadikan sebagai sentra pendidikan. Lebih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap pendidikan itu diserahkan semua ke sekolah, guru, bimbingan belajar, guru les, dan pihak lainnya. Ini sangat berbeda dengan negara dengan pendidikan maju seperti Finlandia,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Dijelaskan Indra, dalam sistem pendidikan di Finlandia, anak tidak pernah diberi pekerjaan rumah dari sekolah. Siswa berada di sekolah hanya tiga jam karena mereka tetap belajar meski ada di rumah dan di tengah masyarakat.

Kendati demikian, Indra menilai masa pandemi ini adalah saatnya bagi Indonesia untuk memperbaiki ekosistem pendidikan agar tidak lagi bergantung pada sekolah. Dengan demikian, Indonesia bisa menjadikan rumah dan masyarakat bagian dari sentra pendidikan. “Pandemi ini seperti tombol reset untuk memperbaiki kondisi pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Indra menyoroti tentang kurikulum. Kata dia, materi pendidikan Indonesia terlalu banyak dan melupakan empat pilar dari pendidikan seperti yang didesain oleh Unesco, yakni belajar untuk mengetahui, belajar untuk melakukan, belajar untuk menjadi sesuatu, dan belajar untuk hidup bersama.

“Jadi pendidikan harusnya mengajarkan caranya belajar, bukan harus belajar ini, belajar itu kayak disuapi terus seakan-akan pendidikan kita seperti mengisi air di ember. Diisi terus nanti akan tumpah,” terangnya.

Indra menyebutkan, seharusnya pendidikan kembali menerapkan empat pilar Unesco, sebab yang terpenting adalah siswa belajar untuk mencari tahu dan belajar menjadi apapun. Pada era sekarang ini, skema belajar mencari tahu harus berbeda dengan era sebelumnya, di mana guru dan dosen harus memberi ceramah. Pada era sekarang tidak perlu demikian karena sarana belajar dan akses bisa didapatkan lebih mudah.

“Jadi sangat keliru kalau PJJ (pembelajaran jarak jauh) daring sekarang isinya guru dan dosen ceramah karena itu era tahun 1980-an di mana internet belum ada. Ini membuat mutu pendidikan kita menjadi salah satu yang terendah,” ujarnya.

Untuk itu, Indra mengharapkan, kondisi pandemi ini menjadi kesempatan Indonesia untuk memperbaiki dan membenahi dunia pendidikan. Pertama, dimulai dari perbaikan infrastruktur untuk menjalankan PJJ daring karena tidak semua siswa memiliki gawai maupun laptop. Selain itu, paket data dan jaringan internet juga harus dipersiapkan untuk memasuki pembelajaran digital.

Kedua, informasi terstruktur, yakni sistem manajemen pembelajaran yang saat ini hadir dalam bentuk platform Rumah Belajar milik Kemdikbud. Sayangnya, Kemdikbud tidak mendorong pemanfaatan platform tersebut untuk dipakai semua siswa.

Ketiga, infokultur yakni pedagogi digital yang sangat berbeda dengan pedagogi tradisional. Sebab, konsep digital mengenal istilah kapan pun, di mana pun, dan perangkatnya apa pun sehingga Indonesia mengenal pendidikan yang ansinkronus.

“Kalau era saya dulu, pendidikan harus sinkronus artinya anak ngumpul di satu tempat, dengan materi sama dan guru sama. Kalau dengan ansinkronus, A dan B bisa belajar di waktu dan tempat yang berbeda, tetapi itu juga belum dijalankan karena masih menggunakan jam belajar sama seperti di sekolah,” ujarnya.

Merespons saran dan masukan dari para pakar, Wakil Ketua Komisi X DPR, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pihaknya akan mempelajari dan menjadikan bahan pertimbangan Tim Panja PJJ sebagai bahan rekomendasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: Daripada Buka Sekolah, Lebih Baik Fokus ke Mutu Pendidikan Selama Pandemi

Bisa dilakukan mulai dari modifikasi kurikulum sehingga anak tidak bosan dan terbebani selama belajar dari rumah.

NASIONAL | 25 Juni 2020

IDAI: Wabah Covid-19 Belum Terkendali, Sekolah Jangan Dibuka

IDAI mendorong dinas kesehatan di kabupaten/kota untuk mendata dan memantau semua sekolah dan madrasah berasrama yang mulai membuka pendidikan tatap muka.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Dapat Rapor Merah, KPK Hargai Penilaian ICW dan TII

KPK menghargai penilaian ICW dan TII yang memberikan rapor merah terhadap kinerja pimpinan lembaga antikorupsi jilid V dan akan mempelajarinya.

NASIONAL | 26 Juni 2020

Jokowi Apresiasi Upaya Prakondisi Sektor Pariwisata Banyuwangi

Dalam rangka meninjau persiapan prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru, Presiden Jokowi mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Kasus Jiwasraya, Sinarmas Asset Management Minta Nasabah Tak Khawatir

Sinarmas Asset Management tetap memberikan pelayanan, serta selalu mengedepankan pemenuhan hak dan kepentingan seluruh nasabah.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Pakar: Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Hal Wajar

Penambahan banyaknya kasus positif Covid-19 di Jawa Timur bukan hal yang mengejutkan.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Macan Tutul Berhasil Ditangkap Warga Kaki Gunung Sawal Ciamis

Seekor macan tutul (Panthera Pardus) berhasil ditangkap warga di kaki Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

NASIONAL | 25 Juni 2020

NTT Bisa Atasi Covid-19 Berkat Kesadaran Warga dan Kontrol Pemda

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengatasinya dan menempatkan diri di zona risiko rendah penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Jalani Rapid Test di Puncak, Dua Wisatawan Jakarta Positif Covid-19

Dua wisatawan asal Jakarta dilaporkan positif terinfeksi Covid-19 berdasarkan tes lanjutan pascates cepat akhir pekan lalu di Kawasan Puncak.

NASIONAL | 25 Juni 2020

Wali Kota Serang Pastikan PPDB Online Tidak Ada Titipan

Wali Kota Serang Syafrudin memastikan bahwa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online di Kota Serang, tidak melakukan praktik titipan.

NASIONAL | 25 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS