Percepat Pemutusan Penularan Covid-19, Jambi Dirikan Rumah Isolasi Mandiri

Percepat Pemutusan Penularan Covid-19, Jambi Dirikan Rumah Isolasi Mandiri
Gubernur Jambi, Fachrori Umar menggunting pita peresmikan Rumah Isolasi Mandiri Covid-19 Provinsi Jambi di Balai Penelitian Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi di Desa Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (26/6/2020). (Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih)
Radesman Saragih / LES Jumat, 26 Juni 2020 | 15:08 WIB

Jambi, Beritsatu.com - Provinsi Jambi mendirikan rumah isolasi mandiri untuk mempercepat pemutusan rantai penularan virus corona (Covid-19). Rumah isolasi mandiri Covid-19 tersebut didirikan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi, Desa Pijoan Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Rumah isolasi mandiri Covid-19 Jambi tersebut menyediakan 25 kamar, dan 50 unit tempat tidur. Petugas yang disiapkan di rumah isolasi tersebut sebanyak 31 orang, mulai dari petugas medis hingga sopir ambulans.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Raflizar di Jambi, Jumat (26/6/2020) menjelaskan, rumah isolasi mandiri Covid-19 di Jambi itu didirikan mengantisipasi meningkatkan kasus Covid-19 di Provinsi Jambi. Pendirian rumah isolasi mandiri Covid-19 Provinsi Jambi tersebut juga mendukung persiapan new normal.

“Kami mendirikan rumah isolasi mandiri Covid-19 di Bapelkes Jambi karena lokasinya agak jauh dari Kota Jambi, yakni sekitar 30 kilometer (Km). Kemudian Bapelkes Jambi juga memiliki sarana dan prasarana yang cukup untuk isolasi mandiri. Rumah isolasi mandiri ini penting mencegah terjadinya penularan, penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Dijelaskan, sasaran pelayanan rumah isolasi mandiri tersebut, yakni pasien positif Covid-19 hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) yang yang menunggu hasil PCR, tapi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP). Selain itu orang tanpa gejala (OTG) yang terkonfirmasi reaktif Covid-19 hasil rapid test (tes cepat) dan dirujuk dokter untuk menjalani isolasi mandiri.

Menurut Raflizar, pihaknya penyiapkan 31 orang petugas di rumah isolasi mandiri tersebut. Tenaga dokter yang disiapkan sebanyak empat orang, seorang dokter spesial dan tiga orang dokter umum. Kemudian perawat sebanyak 13 orang dan psikolog satu orang. Selain itu petugas non kesehatan yang disiapkan di rumah isolasi itu, tenaga pengamanan dua orang, pramusaji (penyediaan makanan) sebanyak tiga orang, petugas kebersihan tiga orang, petugas cuci pakaian tiga orang dan petugas mobil ambulan dua orang.

”Kamar yang kami siapkan di rumah isolasi ini sebanyak 25 unit dan tempat tidur 50 unit. Pasien yang dirawat di rumah isolasi ini hingga Jumat, sebanyak tiga orang. Mereka pasien dengan status reaktif Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar ketika meresmikan rumah isolasi mandiri Covid-19 Provinsi Jambi itu, Kamis (25/6/2020) mengatakan, pendirian rumah isolasi mandiri Covid-19 di daerah itu merupakan upaya Pemprov Jambi dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi meningkatkan pencegahan, pengendalian dan percepatan penanganan Covid-19. Rumah isolasi mandiri Covid-19 tersebut disiapkan sebagai upaya penanganan pasien yang reaktif Covid-19 agar mereka dapat dipantau secara maksimal dan tidak bebas berinteraksi di masyarakat.

Menurut Fachrori Umar, isolasi mandiri sangat penting dilakukan oleh orang yang terindikasi terkena Covid-19 guna memutus rantai penularan Covid-19. Warga masyarakat Jambi yang mempunyai gejala ringan Covid-19 dan baru melakukan perjalanan ke daerah zona merah Covid-19 atau melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 juga perlu melakukan isolasi mandiri guna mencegah penyebaran Covid-19.

”Melalui isolasi mandiri ini, warga masyarakat Jambi bisa melindungi orang terdekat, khususnya anggota keluarga dari penularan Covid-19. Bahkan isolasi mandiri bisa berkontribusi memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat,”katanya.



Sumber: BeritaSatu.com