Pekan Depan, Jabar Kaji Perpanjangan PSBB Bodebek

Pekan Depan, Jabar Kaji Perpanjangan PSBB Bodebek
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers evaluasi PSBB, Rabu (20/5/2020) (Foto: istimewa)
Vento Saudale / YUD Jumat, 26 Juni 2020 | 22:08 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tidak akan melakukan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sementara itu evaluasi perpanjangan PSBB untuk wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) akan dilakukan pekan depan.

Hal itu dikatakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan ke Kota Bogor, Jumat (26/6/2020). Dalam kesempatan itu, Emil menyebut PSBB untuk level provinsi akan berakhir pada 25 Juni 2020 dan tidak akan diperpanjang.

“Sedangkan untuk Bodebek akan berakhir pada 4 Juli, jadi kita akan evaluasi sekitar minggu depan,” papar Ridwan Kamil.

Kata dia, berdasarkan data Gugus Tugas Pemprov Jabar, Jawa Barat sudah enam minggu standar angka reproduksi atau reproduction number (Ro) Covid sudah di bawah satu. Komposisi jumlah pasien dalam perawatan rumah sakit pun sekitar 27 persen.

“Jadi, masuk kategori masih terkendali. Kita berharap mudah-mudahan ke depan adaptasi kebiasaan baru atau new normal bisa pelan-pelan diterima,” katanya.

Emil juga memperhatikan tiga faktor dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yakni pasar tradisional, transportasi, dan ketiga adalah pariwisata. Untuk pasar, sejauh ini mengelola sudah menerapkan standar operasional prosedur sesuai protokol kesehatan. Terutama mewajibkan pedagang dan pengunjung untuk memakai masker dan menjaga jarak.

“Untuk pasar, saya nilai 80 persen sudah menerapkan protokol kesehatan, 20 persen masih kurang. Sebagian besar masih ada pedagang yang tidak memakai masker,” jelas.

Menanggapi hasil dua wisatawan asal Jakarta positif akan ke Puncak, Emil mengimbau agar wisatawan asal tidak melakukan perjalanan tanpa rencana. Dalam artian, wisatawan diharapkan berkunjung ke lokasi yang dikelola dan tidak berwisata tanpa pengawasan.

“Kecuali pariwisata yang bayar tiket, itu bisa diatur. Bayar tiket bisa online. Kebanyakan itu banyak yang masuk ke wilayah-wilayah yang tidak ada pengelolanya, air terjun, kebun teh. Itu yg sedang kita kaji,” kata Emil.

Pemprov Jabar akan lebih masif melakukan tes Covid-19 di lokasi-lokasi wisata. Bila hasil tes itu masih ada yang terpapar positif Covid-19, tidak menutup kemungkinan akan menutup wilayah wisata.



Sumber: BeritaSatu.com