Diusulkan, IPDN Jadi Perguruan Tinggi Swasta

Diusulkan, IPDN Jadi Perguruan Tinggi Swasta
Kuliah umum kepada para praja IPDN tingkat I hingga tingkat IV di Gedung Balairung Jenderal Rudini IPDN, Sumedang, Jumat (4/10/2019). (Foto: istimewa)
Carlos KY Paath / YS Sabtu, 27 Juni 2020 | 12:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Demokrat Wahyu Sanjaya mengusulkan, Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) dijadikan institusi pendidikan tinggi swasta. Artinya, IPDN tidak lagi di bawah pemerintah atau dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

Wahyu telah menyampaikan pandangan itu saat rapat Komisi II dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, beberapa waktu lalu.

Menurut Wahyu, IPDN menyerap pagu anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) hingga sekitar Rp 539 miliar.

Wahyu optimistis masyarakat tidak keberatan jika IPDN alih status menjadi swasta.

"Saya rasa dengan jumlah pelamar yang membludak itu enggak ada yang keberatan juga kalau di swastakan," kata Wahyu.

Wahyu juga menyebutkan, lulusan IPDN terkesan eksklusif dan diutamakan untuk diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), padahal seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) bersifat umum dan terbuka bagi semua warga negara.

Wahyu menilai, kinerja dan pelayanan Kemdagri akan optimal apabila tak menanggung beban anggaran untuk IPDN. Di sisi lain, lanjut Wahyu, Komisi II pun lebih leluasa jika tidak lagi mengawasi IPDN.



Sumber: Suara Pembaruan