Anggota DPR: Subsidi Gas Melon Sebaiknya Alihkan ke BLT

Anggota DPR: Subsidi Gas Melon Sebaiknya Alihkan ke BLT
Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Hotman Siregar / JAS Sabtu, 27 Juni 2020 | 16:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR dari dapil DKI Jakarta Darmadi Durianto mengaku setuju jika pemerintah mengalihkan skema subsidi gas melon berukuran 3 kg ke dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).

Sebab selama ini, kata dia, subsidi untuk gas melon berukuran 3 kg kurang efektif.

Hal tersebut disampaikan Darmadi saat menanggapi rumor akan dicabutnya subsidi untuk gas melon berukuran 3 Kg.

"Saya setuju jika subsidi untuk gas melon ukuran 3 kg dicabut. Karena subsidi tersebut kontraproduktif dan banyak kebocoran dalam prakteknya," kata Darmadi dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2020).

Berdasarkan catatannya, skema subsidi justru banyak menimbulkan persoalan di lapangan. Menurutnya, subsidi gas melon banyak salah sasaran dan ini mesti di evaluasi bahkan dialihkan saja ke BLT.

"Sebab banyak orang dengan ekonomi mampu justru dapat subsidi tapi orang kurang mampu justru tidak dapat. Kenyataan seperti ini riil terjadi di bawah," tandas politikus PDIP itu.

Menurutnya, di tengah kondisi bangsa yang saat ini tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19 diperlukan kebijakan yang bisa menopang roda perekonomian.

"Salah satunya ya itu tadi memberikan bantuan langsung tunai. Ketimbang subsidi lebih baik alihkan saja ke BLT agar roda perekonomian bergerak di bawah," katanya.

Untuk diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa waktu lalu mengungkapkan, subsidi gas melon ukuran 3 kg mencapai Rp 42,47 triliun pada tahun 2019.

"Memang kondisi terakhir 2019, negara sudah harus mengeluarkan subsidi 3 kg sekitar Rp 42,47 triliun, ini menjadi beban karena ditanggung negara," kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso dalam diskusi perubahan skema subsidi LPG 3 kg di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Keuangan, konsumsi tabung elpiji 3 kg terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 5,9 persen setiap tahun.

Jika melihat data tersebut, kata dia, timbul pertanyaan apakah betul masyarakat kurang mampu merasakan manfaat dari skema subsidi itu.

"Saya kira pada kenyataannya justru peningkatan konsumsi tersebut menunjukan bahwa akses subsidi banyak dinikmati orang-orang yang bukan penerima manfaat subsidi alias orang dengan ekonomi mampu. Untuk itu skema bantuan tunai lebih pas karena langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat miskin," tegasnya.

Oleh karenanya, Darmadi menekankan bilamana skema subsidi gas melon ukuran 3 kg dialihkan ke skema bantuan langsung tunai, pemerintah terlebih dahulu melakukan verifikasi data secara ketat.

"Jika mau dialihkan ke skema bantuan tunai langsung maka pemerintah mesti mengawalinya dengan pembenahan data. Pembenahan data diperlukan supaya program tersebut nantinya tepat sasaran dan akurat," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com