Pasien Sembuh Covid-19 di Sumut Capai 373 Orang dan Kasus Positif 1.447 Orang

Pasien Sembuh Covid-19 di Sumut Capai 373 Orang dan Kasus Positif 1.447 Orang
Tenda sementara yang disiapkan bagi pasien diduga terinfeksi virus "corona". (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / JEM Minggu, 28 Juni 2020 | 12:53 WIB

Medan, Beritasatu.com - Jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 373 orang. Sedangkan jumlah warga yang tertular hingga Sabtu (27/6/2020) juga tinggi mencapai 1.447 orang, atau bertambah sebanyak 77 orang dari jumlah sebelumnya 1.370 orang. Sebanyak 92 orang di antaranya meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan menyampaikan, pasien positif yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit (RS) khusus penanganan Covid-19, ada sebanyak 982 orang.

"Kita optimistis penambahan jumlah pasien yang sembuh. Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang menjalani perawatan sebanyak 202 orang dan kategori orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.107 orang," ujar Whiko, Minggu (28/6/2020).

Whiko mengatakan, dibutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam menekan penularan virus corona. Penyebaran virus yang mematikan ini masih tinggi di tengah masyarakat. Kasus positif Covid-19 masih meningkat karena protokol kesehatan diabaikan.

"Kita semua harus saling mengingatkan keluarga, komunitas kerja maupun lingkungan sekitarnya, supaya menggunakan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak, tidak melakukan kerumunan, rajin memcuci tangan menggunakan air sabun," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi meminta bupati dan wali kota untuk terus melakukan sosialisasi dalam aturan kehidupan baru (new normal) yang aman dari Covid-19.

Edy Rahmayadi meminta kepala daerah melakukan sosialisasi setelah Pemprov Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah mengajukan permohonan new normal kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan.

"Aturan new normal berbeda untuk daerah yang masuk dalam kategori zona hijau, kuning dan merah. Jadi aturan new normal tidak bisa diterapkan dengan cara pukul rata. Berbeda aturan di mal maupun tempat pariwisata. Ini juga harus disetujui legislatif," ujar Edy Rahmayadi.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, tidak ada cara lain dalam mengatasi lonjakan kasus penyebaran virus corona selain dengan menerapkan aturan new normal tersebut. Protokol kesehatan ini memang wajib diterapkan dengan harapan bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Dalam menerapkan new normal dengan memprioritaskan protokol kesehatan, tentunya ada aturan yang dibuat. Masyarakat yang melanggar aturan ini dapat diberikan sanksi. Bentuk sanksi yang diberikan ini akan disampaikan ke publik setelah mendapatkan persetujuan legislatif dan pusat," katanya.

Menurutnya, rencana penerapan new normal ini dilaksanakan mulai 1 Juli 2020. Sebelum aturan itu diberlakukan, Pemprov Sumut akan membahas aturan itu dengan DPRD Sumut. Pembahasan ini setelah 33 kabupaten/kota di Sumut mengembalikan dan menyempurnakan draft dari aturan yang sudah dikirim.

"Setelah legislatif memberikan persetujuan maka selanjutnya kita mengajukan permohonan penerapan new normal ke Menteri Kesehatan. Tidak ada cara lain selain menerapkan aturan new normal di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat harus menerapkan dengan penuh disiplin," sebutnya.  



Sumber: BeritaSatu.com