Kendalikan Penularan Covid-19, Gubernur Khofifah Bentuk Tim Gabungan

Kendalikan Penularan Covid-19, Gubernur Khofifah Bentuk Tim Gabungan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan paparan kondisi pandemi Covid-19 di Jatim. (Foto: istimewa)
Teguh L Rahmadi / CAH Minggu, 28 Juni 2020 | 13:13 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akan membentuk Tim Gabungan Forkopimda Jatim dan Gugus Tugas penanganan Covid-19 wilayah Surabaya Raya. Upaya tersebut dilakukan, untuk mengendalikan angka penularan virus corona.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberi pengarahan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/6), memberi batas waktu waktu dua pekan, untuk menurunkan angka positif virus corona di Jawa Timur, terutama di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

“Sesuai arahan pak Presiden bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, maka dengan dibentuknya Tim Gabungan Surabaya Raya ini nantinya akan bisa dilakukan sharing sumber daya dan komitmen yang terukur,” kata Khofifah di Surabaya, Minggu (28/6/2020).

Baca Juga70% Warga Jatim Tak Pakai Masker

Menurut mantan menteri sosial ini, action plan selanjutnya, yaitu dengan terus memasifkan tes, pelacakan, isolasi hingga treatment dengan jumlah yang lebih banyak.

Salah satunya yaitu dengan menerjunkan Tim Gabungan Covid-19 Hunter Dinkes lokal khususnya di kluster utama Surabaya Raya, untuk melakukan testing dan isolasi masif.

Kemudian tracing minimal 20 orang per kasus positif. Serta, penyediaan ruang isolasi yang lebih besar supaya isolasi menjadi nyaman, dalam hal ini keberadaan RS Darurat bisa dioptimalkan.

“Beban RS juga harus dievaluasi dan relaksasi, pasien ringa harus benar-benar dipisahkan. Terapi harus selalu update dengan para pakar,” ungkapnya.

Baca JugaKhofifah Beberkan Mengapa Kasus Covid-19 di Jatim Melejit

Saat ini, dikatakan, mesin PCR yang ada di Jawa Timur kapasitas totalnya 2.250 tes/hari dan dalam seminggu tesnya mencapai 13.500 spesimen. Minggu ini rencananya akan dimaksimalkan lagi dengan tambahan mesin PCR serta reagen sesuai kebutuhan.

Terkait prakondisi memasuki new normal maka pihaknya akan melakukan kordinasi ulang dengan tim gugus tugas provinsi dan tiga kabupaten kota untuk mempertimbangkan agar sementara tetap menutup dulu aktivitas di level krusial seperti bioskop, studio atau taman hiburan indoor dan melakukan monitor ketat. Termasuk monitoring pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di pasar di Surabaya Raya.

Di samping itu, juga membuat zonasi tiap kecamatan berdasarkan 15 indikator epidemiologi dan tidak bisa asal membuka aktivitas.

Ia menambahkan, untuk meluaskan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat pihaknya akan melibatkan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, dan pelaku usaha dan elemen strategis lainnya. Utamanya terkait pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Sistem support dan insentif juga perlu disediakan untuk industri masker maupun media supaya masyarakat terbiasa menggunakan masker.

“Ini penting kita lakukan, karena riset membuktikan bahwa bila 60 persen populasi menggunakan masker kain maka Rate of Transmission (RT) bisa di bawah satu dan kurva bisa turun,” ujarnya. 



Sumber: BeritaSatu.com