Abaikan Protokol Kesehatan, LBH Minta Pemkot Medan Tutup CFD di Medan

Abaikan Protokol Kesehatan, LBH Minta Pemkot Medan Tutup CFD di Medan
Ilustrasi Covid-19. (Foto: AFP)
Arnold H Sianturi / JEM Minggu, 28 Juni 2020 | 13:43 WIB

Medan, Beritasatu.com - Menjelang penerapan kehidupan normal baru (new normal) yang bisa beradaptasi dengan Covid-19, ratusan warga yang berolahraga menggunakan sepeda di seputaran Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara (Sumut), justru mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan Awalindo, Roder Nababan menyarankan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan sebaiknya menutup lokasi olahraga yang dimanfaatkan masyarakat sebagai ajang Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Medan.

"Kita melihat langsung situasi di lokasi olahraga itu. Kondisinya sangat memiris, masyarakat mengabaikan protokol kesehatan dengan melakukan kerumunan bahkan banyak yang tidak menggunakan masker," ujar Roder Nababan, Minggu (28/6/2020).

Roder mengkhawatirkan, sarana olahraga yang digunakan masyarakat bisa menjadi klaster baru penularan virus corona. Apalagi, kerumunan massa di kawasan itu terus terlihat setiap masyarakat berolahraga pada hari Minggu.

"Kita mempertanyakan keberadaan aparat kita yang notabene berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Medan. Seharusnya mereka membubarkan kerumunan dan melarang warga datang ke lokasi jika tak menggunakan masker," katanya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah mengaku sangat menyayangkan sikap masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan saat berolahraga di Lapangan Merdeka.

"Padahal, pemerintah melalui gugus tugas sudah berulangkali mengingatkan masyarakat supaya menggunakan masker, mengambil jarak dan tidak melakukan kerumunan. Namun, imbauan kepala daerah selalu diabaikan banyak orang," jelasnya.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Pemerintah memberikan imbauan ini untuk mencegah penularan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona yang masih berlangsung di masyarakat.

"Prilaku mengabaikan protokol kesehatan ini sebagai penyumbang jumlah pasien positif Covid-19. Mereka tidak menyadari dampak dari prilaku ini bisa berdampak buruk terhadap keluarga tercinta maupun orang sekitarnya. Ini sangat menyedihkan," sebutnya.  



Sumber: BeritaSatu.com