Masuki Musim Kemarau, Jambi Berlakukan Status Darurat Karhutla

Masuki Musim Kemarau, Jambi Berlakukan Status Darurat Karhutla
Gubernur Jambi, Fachrori Umar memadamkan kebakaran lahan di kawasan lahan gambut Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi pada puncak bencana kebakaran hutan dan lahan di Jambi September 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih)
Radesman Saragih / JEM Minggu, 28 Juni 2020 | 16:01 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Provinsi Jambi meningkatkan kesiapsiagaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki awal musim kemarau di daerah itu saat ini. Peningkatan status kesiapsiagaan karhutla menjadi siaga darurat karhutla di Provinsi Jambi akan dilaksanakan di Jambi, Senin (29/6/2020). Status darurat karhutla di Jambi mulai diberlakukan menyusul musim kemarau yang sudah terjadi di Jambi dan munculnya beberapa titik api.

“Status kesiapsiagaan karhutla di Jambi akan ditingkatkan menjadi siaga darurat karhutla Senin (29/6/2020) karena Jambi saat ini mulai memasuki musim kemarau. Apel siaga darurat karhutla dan pemeriksaan personil dan sarana penanggulangan karhutla dilaksanakan, Kamis (2/7). Percepatan antisipasi penanggulangan karhutla ini dilakukan mencegah terjadinya bencana karhutla di Jambi seperti tahun lalu,” kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Karhutla Provinsi Jambi, Brgjen TNI M Zulkifli di Jambi, Minggu (28/6/2020).

Menurut M Zulkifli, puncak kemarau di Provinsi Jambi diperkirakan terjadi Juli – September 2020. Untuk itu, kesiagaan pencegahan dan penanggulangan karhutla perlu ditingkatkan. Kemudian persiapan pasukan pemadam karhutla dari TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi juga ditingkatkan.

“Pemantauan titik api di daerah-daerah rawan karhutla di Jambi kini sudah dilakukan. Beberapa titik api sudah ditemukan di beberapa kawasan hutan dan lahan di Jambi selama Juni ini. Tetapi karena hujan masih turun beberapa kali, titik api bisa padam,”katanya.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemrov Jambi, Sudirman mengatakan, Pemprov Jambi berupaya bencana karhutla di Jambi tidak terjadi seperti tahun lalu. Pencegahan bencana karhutla dan asap tersebut penting agar beban pemerintah dan masyarakat tidak terlalu berat di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

“Semua pihak, baik pemerintah, jajaran keamanan dan pengusaha di Jambi sepakat agar bencana karhutla dan kabut asap di Jambi tidak terjadi tahun ini. Karhutla harus benar-benar dicegah dan ditanggulangi sedini mungkin, sehingga masyarakat dan pemerintah tidak menghadapi bencana karhutla dan asap di tengah pandemi Covid-19 saat ini,”katanya.

Dikatakan, bencana karhutla dan asap harus ditanggulangi semaksimal mungkin karena dampak ekonomi dan kesehatan yang ditimbulkannya sangat besar. Karena itu semua pihak harus bekerja sama mencegah dan menanggulangi karhutla.

Menurut Sudirman, tiga kabupaten di Provinsi Jambi sangat rawan karhutla setiap tahun, yakni Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Timur dan Kabupaten Tanjungabung Barat. Luas hutan dan lahan gambut yang rawan karhutla di tiga kabupaten tersebut mencapai 900.000 hektare (ha). Kebakaran hutan dan lahan gambut di ketiga kabupaten tersebut terjadi setiap musim kemarau.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Rudy Syaf di Jambi, Minggu (28/6) mengatakan, karhutla di Provinsi Jambi tahun lalu menyebabkan kerusakan hutan hingga 157.137 ha. Sekitar 101.418 ha atau 64% kebakaran hutan di Jambi terjadi di kawasan hutan dan lahan gambut.

Karhutla di Jambi tahun lalu terjadi pada pada seluruh penggunaan kawasan hutan dan lahan. Baik itu kawasan hutan tanaman industri (HTI), perkebunan sawit, hak pengelolaan hutan (HPH), lahan restorasi ekosistem, konservasi dan hutan lindung.

“Areal HTI yang terbakar di Jambi tahun lalu mencapai 10.194 ha, HPH 8.619 ha, hutan lindung 6.712 ha, restorasi ekosistem 6.648 ha, taman nasional 3.395 ha, taman hutan raya 801 ha,”katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan, karhutlah di Jambi mulai terjadi memasuki awal musim kemarau saat ini. Namun karhutla tersebut belum ada yang sampai meluas dan menimbulkan gangguan asap. Sedangkan total luas karhutla di Jambi sejak Januari – Juni mencapai 129 ha.  

 



Sumber: BeritaSatu.com