Menhub: Generasi Milenial Lebih Responsif dan Adaptif Hadapi Krisis

Menhub: Generasi Milenial Lebih Responsif dan Adaptif Hadapi Krisis
Budi Karya Sumadi (Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu)
Iman Rahman Cahyadi / CAH Minggu, 28 Juni 2020 | 15:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pandemi Covid-19 tidak dapat diprediksi kapan akan selesai. Namun demikian ia mengajak masyarakat agar tidak larut dan mampu menyesuaikan diri hidup berdampingan dengan covid-19.

Di sisi lain, kata Budi, sektor ekonomi tidak sepenuhnya menghadapi keterpurukan. Malah ada beberapa celah yang dapat menjadi peluang positif di masa krisis ini, seperti sektor kesehatan, pertanian, farmasi, makanan, e-commerce. Juga ada satu bidang yang sangat penting yaitu teknologi informasi.

“Generasi milenial menjadi kelompok yang paling diandalkan dalam melihat potensi ekonomi tersebut. Biasanya milenial lebih responsif dan punya kemampuan adaptasi yang lebih baik," ujarnya dalam forum Kagama Inkubasi Bisnis (KIB) XII, bertema Kesiapan UMKM dan Entrepreneur Milenial di Era New Normal, secara daring. 

Baca Juga: Perlu Upaya Serius untuk Menguatkan UMKM di Masa Krisis

Budi Karya yang juga Wakil Ketua Umum PP Kagama menjelaskan, ada beberapa sektor yang memiliki potensi. Namun, karena terdampak Covid-19, sektor ini harus menghadapi proses pemulihan yang lebih lama, sehingga membutuhkan strategi bisnis padat modal.

Sektor informal termasuk UMKM kata Budi, dapat membantu mengatasi angka pengangguran yang diprediksi meningkat di masa pandemi. Sebagian UMKM mengalami sejumlah persoalan saat ini. Padahal UMKM beberapa kali telah menjadi penopang ekonomi Indonesia di masa krisis.

Ekonomi secara makro dikatakannya, membutuhkan dukungan dari banyak sektor, terutama sektor transportasi. Tak bisa dipungkiri, transportasi menjadi moda perekonomian.

"Transportasi mempunyai dampak yang berantai bagi industri lain, seperti lokomotif, suku cadang, dealer, wisata, dan perhotelan. Untuk itu, dibutuhkan pemetaan yang matang agar ditemukan jalan keluarnya," ujar alumnus fakultas Teknik UGM itu.

Baca Juga: Kagama Inkubasi Bisnis XII, Stafsus Presiden Berbagi Kiat Pertahankan Bisnis di Masa Krisis

Namun, memperkuat sektor transportasi di masa pandemi juga menjadi tantangan tersendiri. Seperti dalam hal layanan dan operasional, pemerintah harus memiliki crowd management dalam mengatur physical distancing. Selain itu, pihaknya juga harus merencanakan pelayanan di tengah ketidakpastian demand, digital ticketing, dan sebagainya.

Terkait dengan teknologi informasi, pemerintah telah memanfaatkan teknologi untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Menurut Budi, sektor teknologi informasi bisa menjadi peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan milenial. Di samping itu, pihaknya berusaha meningkatkan layanan infrastruktur dan teknologi, demi mendukung distribusi barang dan jasa, seŕta perluasan layanan e-commerce dan UMKM.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, sektor ekonomi seperti bidang kesehatan, kuliner, IT, pertanian, relatif bisa bertahan dibandingkan dengan sektor-sektor ekonomi lainnya. Menurut Budi, hal ini perlu dimaksimalkan. Kemudian sektor-sektor ekonomi lain perlu digali dan dipetakan dengan tajam peluangnya.

Sebagai pengambil kebijakan di sektor perhubungan, Budi akan terus berupaya membangun infrastruktur di bidang transportasi untuk mendukung perputaran roda ekonomi.

"Termasuk membangun teknologi informasi untuk memperlancar distribusi barang. Pihaknya berusaha agar distribusi logistik tidak terhambat. UMKM dari Sabang hingga Merauke diberi kesempatan yang sama secara adil. Untuk ini pelaku UMKM harus jeli dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com