Insiden Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, 11 Orang Jadi Tersangka

Insiden Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19, 11 Orang Jadi Tersangka
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Farouk Arnaz / YUD Minggu, 28 Juni 2020 | 16:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Insiden pengambilan paksa jenazah pasien positif Covid-19 yang terjadi pada ambulans yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Jumat (26/6/2020) berbuntut panjang.

Polres Ambon dan Pulau Lease menetapkan total 11 tersangka dalam kasus tersebut. Delapan tersangka terlibat penghadangan ambulans dan tiga tersangka lain terlibat penganiayaan perawat di RS.

“Polresta Ambon menetapkan 8 tersangka kasus penghadangan dan pengambilan jenazah ditambah 3 tersangka dari keluarga almarhum yang melakukan penganiayaan terhadap perawat di RSUD Haulussy Ambon,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rum Ohoerat saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (28/6/2020).

Menurut Rum khusus untuk 8 orang itu 6 orang sudah ditahan dan 2 orang tidak ditahan namun dikenakan wajib lapor. Enam yang ditahan adalah laki-laki berinisial AM, BY, SI, SU, dan SD. Dua perempuan dengan inisial NI dan YN.

Seperti diberitakan jenazah yang diambil paksa itu dikenali sebagai Hasan Keiya yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah.

Ia sebelumnya dirujuk ke RSUD Haulussy karena menderita penyakit tumor namun belakangan dinyatakan
positif Covid-19 dan meninggal di rumah sakit.

Keluarga dan warga marah serta mencegat ambulans yang membawa jenazah yang awalnya hendak dimakamkan di TPU Rumah Tiga, Kota Ambon dengan standar Covid-19.

Jenazah sempat dibawa paksa ke rumah duka sebelum Kapolres, Dandim, dan Satgas Covid mendatangi rumah almarhum dan secara persuasif menjelaskan hingga jenazah akhirnya bisa dibawa dan dimakamkan dengan standar Covid-19

Saat kejadian sebenarnya ambulans sudah dikawal dua polisi. Mereka sempat terlibat baku hantam dengan massa sebelum akhirnya pasrah sebab kalah jumlah.



Sumber: BeritaSatu.com