Puskesmas di Bengkulu Diminta Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus DBD

Puskesmas di Bengkulu Diminta Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus DBD
Penderita demam berdarah dengue. (Foto: Antara)
Usmin / FER Minggu, 28 Juni 2020 | 16:59 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, pihaknya sudah meminta puskesmas yang ada di di kabupaten dan kota bersiaga, mengantisipasi lonjakan kasus deman berdarah dengue (DBD) di sejumlah daerah di Bengkulu.

Baca Juga: Wabah DBD Meningkat di Bengkulu Selatan

"Dinkes Provinsi Bengkulu, sudah meminta pihak puskesmas yang ada masing-masing kabupaten dan kota untuk siaga mengantisipasi meningkatnya kasus DBD belakangan ini di beberapa daerah di Bengkulu," kata Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Minggu (28/6/2020).

Herwan mengatakan, belakangan ini kasus DBD di beberapa daerah di Bengkulu, mengalami peningkatan, seperti Rejang Lebong, Bengkulu Selatan dan daerah lainnya di Bengkulu. Di Kabupaten Bengkulu Selatan sampai saat ini ada 88 kasus DBD, dan Rejang Lebong sudah di atas 71 kasus.

Demikian pula di kabupaten dan kota lainya di Bengkulu, sudah banyak ditemukan kasus DBD. Karena itu, pihak Puskesmas di Bengkulu, diminta bersiaga mengantisipasi lonjakan pasien di DBD di wilayah tugasnya.

Baca Juga: Remaja Sekarang Lebih Rentan Terkena DBD

"Dengan bersiaganya pihak Puskesmas, diharapkan setiap ada pasien DBD dapat ditangani dengan baik, sehingga warga yang terserang penyakit disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, dapat sembuh dalam waktu singkat," kata Herwan Antoni.

Selain itu, dengan adanya penanganan yang cepat dari pihak Puskesmas, maka korban DBD di Provinsi Bengkulu, kedepan tidak ada yang meninggal dunia. Dinkes Bengkulu juga mengimbau masyarakat jika ada anggota keluarga yang demam menyerupai gejalah DBD langsung bawak ke Puskesmas terdekat.

Soalnya, jika pasien DBD terlambat mendapat perawatan dari medis, maka akan berakibat fatal bagi korban DBD. Karena itu, Dinkes minta masyarakat proaktif membawa anggota keluarga yang terjangkit DBD ke puskesmas atau rumah sakit umum setempat.

Baca Juga: Waspadai Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

"Pasien DBD jangan dianggap enteng, karena penyakit ini menerunkan trombosit darah manusia, sehingga jika kita terlambat membawanya berobat ke Puskemas atau RSU setempat akan berdampak vatal bagi penderita bersangkutan," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com