Minimalkan Penularan Covid-19, Gugus Tugas Bantu Kepulangan Pekerja Migran

Minimalkan Penularan Covid-19, Gugus Tugas Bantu Kepulangan Pekerja Migran
Sebanyak 41 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Papua Nugini (PNG) pada Sabtu (27/6/2020) pulang ke Indonesia melalui pos lintas batas negara (PLBN) Skouw, Jayapura. (Foto: ANTARA FOTO)
Dina Manafe / IDS Minggu, 28 Juni 2020 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan data Informasi Manajemen Keimigrasian dari 1 Januari hingga 25 Juni 2020, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Tanah Air mencapai 39.005 orang. Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 menerapkan protokol kepulangan sehingga penularan Covid-19 dari kasus impor dapat diminimalkan.

Menghadapi kepulangan para PMI, Gugus Tugas Nasional bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan kementerian terkait lain memberikan pelayanan dan perlindungan. Di bawah bidang operasi, Gugus Tugas Nasional melakukan penanganan kepada para pekerja migran. Penanganan tersebut mencakup pemantauan mulai dari kedatangan di Indonesia sampai mereka menjalani tes kesehatan, termasuk pengujian sampel.

Wakil Koordinator Subbidang Pengamaan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Nasional, Laksma TNI Ribut Eko mengatakan, pihaknya melakukan karantina kepada mereka yang hasil tes menunjukkan positif Covid-19 hingga proses pengembalian ke kampung halaman.

“Kami memonitor mulai dari kedatangan sampai ke Indonesia, kemudian sampai dia di-testing, positif atau negatif, kemudian dikarantina, sampai pengembalian,” kata Eko di Graha BNPB, Minggu (28/6/2020).

Kedatangan para PMI terpantau di pintu masuk negara, seperti Batam, Jakarta, dan Benoa. Gugus Tugas bekerja sama dengan satuan tugas pelaksana di lapangan untuk memonitor kedatangan PMI melalui debarkasi pelabuhan dan bandar udara.

Untuk memfasilitasi PMI yang positif terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, Gugus Tugas mengoperasikan rumah sakit darurat khusus Covid-19 di Pulau Galang Kepulauan Riau dan Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Juga disiapkan fasilitas karantina di Pademangan Jakarta Utara untuk PMI yang masih menunggu hasil pemeriksaan PCR sekitar 3 hari.

“Setelah mereka dinyatakan negatif barulah boleh pulang. Kita bekerja sama dengan BP2MI,” kata Eko.

Selanjutnya, BP2MI akan memfasilitasi kepulangan para pekerja migran ke kampung halamannya. Dalam pelayanan terhadap PMI tersebut, Gugus Tugas Nasional bekerja sama dengan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI memberikan perlindungan kepada mereka dari tindak kriminal sejak tiba di bandara, seperti pemaksaan untuk menggunakan jasa travel maupun penukaran dolar ke rupiah ke pihak tertentu.



Sumber: BeritaSatu.com