BPK Laporkan Benny Tjokro ke Bareskrim

BPK Laporkan Benny Tjokro ke Bareskrim
Tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Jakarta, Kamis (16/4/2020). Benny Tjokrosaputro yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK dalam kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. (Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso)
Farouk Arnaz / FMB Senin, 29 Juni 2020 | 13:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meradang dengan pernyataan terdakwa Benny Tjokrosaputro sebelum persidangan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang melibatkan PT Asuransi Jiwasraya Rabu (24/6/2020) lalu.

Pasalnya ketua dan wakil ketua BPK disebut Benny melindungi aset-aset milik Group Bakrie. Tak terima dengan pernyataan ini BPK menggelar jumpa pers dan lalu resmi melaporkan Benny ke Bareskrim Polri Senin (29/6/2020).

“Kami melaporkan ke Bareskrim saudara Benny Tjokro atas tindakan pencemaran nama baik. Sehingga sudah clear dan jelas ini fitnah dan pencemaran nama baik. Menurut kami ini sudah ranah hukum,” kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Mabes Polri Senin (29/6/2020).

Laporan tersebut diterrima polisi dengan LP/B/0347/VI/2020/Bareskrim. Pasal yang dilaporkan adalah Pasal 207, 310 , dan 311 KUHP.

Menurut Agung tidak benar pihaknya melindungi pihak tertentu. Pihaknya sudah clear dalam menghitung total kerugian negara akibat korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan itu sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung.

“Kerugian negara sudah final. Itu sudah nyata dan pasti. Tapi masih dikembangkan oleh kejaksaan pihak mana lagi yang terlibat untuk ditetapkan sebagai tersangka,” imbuhnya.

Benny sebelumnya menyatakan ada andil emiten milik Bakrie Group dalam kasus Jiwasraya. Sebab Jiwasraya pernah berinvestasi ke emiten grup Bakrie. Namun anehnya menurut Benny, emiten Bakrie tak disentuh.

Ia pun menuding bahwa BPK melindungi Bakrie dari kasus Jiwasraya. “Yang menutupi Ketua dan Wakil Ketua BPK yang sudah pasti kroninya Bakrie," kata Benny sebelum persidangan kasus Jiwasraya.

Kasus Jiwasraya memang terus berkembang. Kejaksaan Agung telah menetapkan 13 perusahaan manajer investasi dan Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berinisial FH sebagai tersangka.



Sumber: BeritaSatu.com