Ini Kata Menpora Terkait Status Stadion Piala Dunia U-20

Ini Kata Menpora Terkait Status Stadion Piala Dunia U-20
Menpora Zainudin Amali bersama wartawan senior Suryopratomo ketika menghadiri webinar di Jakarta, Senin (29/6/2020). (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 29 Juni 2020 | 20:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan status stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 2021 saat ini masih menunggu kepastian dari FIFA.

"Sampai hari ini, kita memang belum mendapatkan kepastian dari FIFA. Memang FIFA yang punya kewenangan menentukan, sehingga pemerintah sangat hati-hati betul. Pemerintah tidak mau masuk terlalu dalam karena nanti kita masuk kategori intervensi. Tetapi, kita tetap harus pantau dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya," ungkap Menpora ketika menghadiri webinar, Senin (29/6/2020).

Adapun keenam stadion yang menjadi pertimbangan adalah Stadion Gelora Utama Bung Karno di Jakarta, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Manahan Solo, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali.

Kemudian, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengusulkan untuk menambahkan dua stadion yaitu Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Jakabaring Palembang.

Menpora menyatakan, PSSI saat ini sedang mempersiapkan tim nasional. Sedangkan, penyelenggaraannya sedang dirancang Keputusan Presiden (Keppres) oleh pemerintah.

"Kita tentu sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 ingin sukses dua hal yaitu sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Buat Kempora, tambah satu sukses lagi yakni sukses administrasi," kata Zainudin.

Diketahui, Piala Dunia U-20 ini akan diselenggarakan pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021.

Pada webinar tersebut, Menpora juga menjelaskan pelaksanaan protokol keolahragaan di cabang olahraga (cabor) dan masyarakat olahraga di Indonesia.

Untuk saat ini, ada tiga cabor yang sudah melakukan pertemuan dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Kempora untuk mendapatkan izin menggelar latihan, turnamen atau kompetisi.

Ketiga cabor tersebut adalah bulu tangkis, menembak, dan basket.

"Keputusan untuk menggelar kompetisi, turnamen atau latihan tetap akan kita komunikasikan kepada Gugus Tugas Covid-19. Kita hanya mengeluarkan protokol keolahragaan secara umum," jelas Menpora.

"Yang terpenting, saya harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet. Kita tidak akan mungkin bisa menuai prestasi jika atletnya sakit atau terkena Covid-19," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com