BKSDA Bengkulu Siap Antisapasi Kebakaran Hutan dan Lahan

BKSDA Bengkulu Siap Antisapasi Kebakaran Hutan dan Lahan
Ilustrasi pemadaman kebakaran lahan gambut. (Foto: Antara / Aswaddy Hamid)
Usmin / JAS Senin, 29 Juni 2020 | 20:22 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, siap mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan hutan di daerah ini, memasuki musim ke kemarau.

"Kita siaga untuk mengantisipasi terjadi karhutla di Bengkulu, menyusul memasuki musim kemarau. Kita akan siagakan petugas pemadam karhutla di sejumlah daerah di Bengkulu," kata Kepala BKSDA Bengkulu, Donal Hutasoit, di Bengkulu, Senin (30/6/2020).

Ia mengatakan, meski Bengkulu, tidak termasuk provinsi yang rawan terjadi karhutla di Tanah Air, tetapi BKSDA Bengkulu tetap mewaspadai terjadi karhutla di sejumlah daerah di daerah ini pada musim kemarau.

"Pengalaman selama ini, hutan dan gambut yang sering terbakar di Bengkulu, berada di wilayah Kabupaten Mukomuko saja. Sedangkan daerah lainnya hampir tidak terhadi karhutla pada setiap musim panas," ujarnya.

Namun, BKSDA Bengkulu tetap menyiapkan regu pemadam karhutla di daerah ini. Dengan demikian, jika ada kebakaran hutan dan lahan gambut di wilayah daerah ini, mereka langsung turun ke lokasi untuk memadamkan kobaran api tersebut.

"Yang jelas, setiap titik api muncul di wilayah Bengkulu, langsung kita cek ke lapangan untuk memastikan titik api tersebut. Jika dari pengecekan ada hutan terbakat langsung kita turunkan petugas karhutla untuk memadamkan titik api bersangkutan," ujarnya.

Donal mengimbau masyarakat tidak membakar hutan untuk membuka kebun baru saat musim kemarau, serta membuang putung rokok di sembarang tempat, khususnya di hutan, karena dapat menyebabkan terjadi karhutla.

Bahkan, bagi masyarakat yang secara sengaja membakar hutan dan lahan pada musim kemarau, akan diberikan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku. "Kita tidak main-main jika terbukti masyarakat membakar hutan dan lahan secara sengaja pada musim kemarau akan diproses secara hukum," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak membakar sampah pada musim kemarau karena selain menyebabkan kabut asap juga bisa menimbulkan kebakaran hutan dan lahan di sekitarnya. "Jadi, kita minta banar masyarakat Bengkulu, tidak membakar hutan dan lahan pada musim kemarau, karena akan menyebabkan kabut asap dan hutan yang ada di sekitarnya," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com