Rusuh Bansos Tunai, Dua Mobil Dibakar di Mandailing Natal

Rusuh Bansos Tunai, Dua Mobil Dibakar di Mandailing Natal
Ilustrasi. (Foto: Wikimedia)
Arnold H Sianturi / YUD Senin, 29 Juni 2020 | 22:22 WIB

Mandailing Natal, Beritasatu.com - Dua unit mobil dan sejumlah sepeda motor dibakar dalam aksi kerusuhan menuntut pembagian dana bantuan sosial tunai oleh warga Desa Hutapuli, Kecamatan Penyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), Senin (29/6/2020) sore.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Beritasatu.com, dua unit mobil yang dibakar itu, salah satunya merupakan milik Wakapolres Madailing Natal dan satu unit lagi milik warga sipil. Salah satu sepedamotor yang dibakar milik wartawan yang meliput saat kejadian kerusuhan tersebut.

Kerusuhan ini berawal dari pembagian BST sebesar Rp 600 ribu yang disalurkan melalui pemerintahan desa di Desa Hutapuli. Warga menuding kepala desa bernama Hanafi Nasution tidak berlaku adil dalam menyalurkan dana bantuan pemerintah terhadap masyarakat di sana.

Masyarakat merasa tidak terima karena hanya sekitar 70 orang kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Mereka kemudian melayangkan protes dengan menuduh kepala desa tidak transparan dalam mendaftarkan warga sebagai penerima bantuan itu.

Masyarakat kemudian melakukan aksi demonstrasi. Aksi ini berlangsung hampir setiap hari selama dua pekan terakhir. Merasa tidak puas, warga dengan jumlah ratusan orang memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum) di desa tersebut. Polisi kemudian turun menetralisir keadaan.

Pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan warga kembali turun ke jalanan. Mereka mendesak pemerintah kabupaten melalui camat supaya mencopot kepala desa. Selain itu, massa juga menuntut kepala desa supaya mundur dari jabatannya.

Saat melakukan demo, warga membakar ban bekas. Sampai siang hari, demo itu masih berlangsung aman. Awalnya, polisi yang melakukan pengamanan berhasil menenangkan warga.

Sore harinya, aksi demo itu kemudian berlanjut. Bahkan, massa semakin melampiaskan kemarahannya meski petugas sudah melepaskan tembakan peringatan. Massa melempari petugas dengan batu.

Sejumlah kendaraan yang diparkir tidak jauh dari lokasi demo pun turut menjadi sasaran. Massa melakukan perusakan kendaraan dan membakarnya.

Kapolres Madina, AKBP Horas Silalahi menyampaikan, situasi kericuhan saat demo warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, sudah dapat dikendalikan. Polisi masih melakukan pengamanan meski petugas sudah dapat menetralisir keadaan.

"Memang benar ada sejumlah kendaraan pribadi maupun sepeda motor yang dibakar, salah satunya milik Wakapolres. Untuk sementara, kita menetralisir keadaan di lokasi kejadian. Aksi demo warga ini diduga berkaitan dengan tuntutan supaya kepala desa mundur," sebutnya.

Beredar kabar, Kepala Desa Hutapuli, Hanafi Nasution mengundurkan diri setelah demo massa tersebut. Menurut Camat Siabu Madina, Ali Siabu, pengunduran diri tersebut atas kejadian tudingan masyarakat bahwa penerima BLT tidak tepat sasaran, yang akhirnya masyarakat mengambil tindakan pemblokiran jalan.



Sumber: BeritaSatu.com