Mulai 1 Juli, Pemkot Tolak Tanggung Biaya Perawatan dan Pemakaman Korban Covid-19 Asal Luar Medan

Mulai 1 Juli, Pemkot Tolak Tanggung Biaya Perawatan dan Pemakaman Korban Covid-19 Asal Luar Medan
Proses pemakaman korban meninggal akibat Covid-19. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / JAS Selasa, 30 Juni 2020 | 15:06 WIB

Medan, Beritasatu.com - Mulai 1 Juli 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak akan menanggung biaya perawatan, pengobatan bahkan pemakaman untuk pasien Covid-19 yang tidak tercatat sebagai warga asal Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, selama ini biaya penanganan untuk pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit khusus penanganan Covid-19, ditanggulangi oleh Pemkot Medan.

"Mengingat jumlah pasien positif Covid-19 mengalami peningkatan setiap harinya, maka biaya untuk pasien Covid-19 yang bukan warga asal Mesan, ditanggulangi pemerintah daerah asal pasien," ujar Akhyar Nasution, Selasa (30/6/2020).

Akhyar mengatakan, Pemkot Medan sudah tidak sanggup lagi untuk menalangi biaya pasien warga di luar Kota Medan. Karena itu, pihaknya menyurati seluruh kepala daerah di Sumut, supaya menanggung biaya warganya yang dirawat di Medan.

"Pemkot Medan hanya menanggung biaya pasien Covid-19 asal Medan. Di luar dari kota ini maka ditanggung oleh pemda masing - masing. Selama ini, sangat besar biaya yang kita tanggulangi untuk warga di luar Kota Medan," ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring menyampaikan, sudah 172 orang warga yang dikebumikan terkait Covid-19 di Simalingkar B. Sebanyak 85 orang di antaranya bukan warga asal Medan, dan 87 orang warga Medan.

"Untuk biaya satu orang yang dikebumikan itu mengeluarkan anggaran sebesar Rp 5 juta. Jika dikalkulasikan dengan jumlah warga yang dikebumikan, anggaran yang dikeluarkan untuk proses penguburan, Pemkot Medan sudah mengeluarkan anggaran mencapai Rp 860 juta," jelasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan menyampaikan, jumlah positif Covid-19 di Sumut, sebanyak 1.480 orang. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 92 orang meninggal dunia dan 383 orang dinyatakan sembuh.

"Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 228 orang dan kategori orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 1.071 orang. Pasien positif bertambah karena pemeriksaan secara masif dengan metode polymerase chain reaction (PCR)," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com