Karhutla di Pelalawan Mulai Padam, Polda Riau Cari Pelaku

Karhutla di Pelalawan Mulai Padam, Polda Riau Cari Pelaku
Asap mengepul akibat kebakaran hutan di wilayah Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, belum lama ini. Berdasarkan data aplikasi SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jumlah titik panas April di wilayah Kepulauan Riau mengalami peningkatan naik dibanding Maret 2020. (Foto: Antara Foto)
Farouk Arnaz / CAH Selasa, 30 Juni 2020 | 16:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Riau menyelidiki kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kuat dugaan kebakaran akibat tangan jahil manusia.

"Kami menyelidiki dan memasang garis polisi. Apa saja skenarionya (dibakar atau terbakar)," kata Kapolda Riau Irjen Agung Setya saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (30/6/2020).

Kebakaran terjadi sejak Minggu (28/6/2020) dan menghanguskan sedikitnya empat hektare lahan. Lokasi kebakaran merupakan areal bukaan untuk kawasan konsesi.

Baca Juga: Menteri LHK: Analisis Karhutla Jangan Obok Psikologi Rakyat

Satgas Karhutla Riau telah menerbangkan dua unit helikopter pengebom air menuju lokasi kebakaran dan telah berhasil memadamkan api di lokasi tersebut.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengatakan 41 titik panas atau indikasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau telah terdeteksi.

Titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan hingga 79 persen sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan itu terbanyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan total 26 titik.

Polda Riau telah mengambil sejumlah langkah mengoptimalkan sarana dan prasarana yang sudah dimiliki dan memperbaiki atau mengganti peralatan pemadaman yang rusak dan mengefektifkan pemantapan peralatan dan metode. Termasuk penyusunan protokol bagi Satgas Karhutla yang aman dari Covid-19. Polisi berpacu dengan waktu sebab sesuai prediksi BMKG, Juni telah masuk kemarau.

Baca JugaKabareskrim Pastikan Pembakar Hutan di Masa Pandemi Dihukum Berat

Saat ini Polda Riau menangani 51 kasus dengan perincian pelaku perorangan 50 kasus dan korporasi 1 kasus. Luas area terbakar mencapai 242, 1675 hektarre.

Ada 58 orang yang menjadi tersangka perorangan sementara untuk korporasi belum ada penetapan tersangka. Ada 40 kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Polda Riau memang banyak mengungkap kasus Karhutla karena mereka punya aplikasi Lancang Kuning. Aplikasi ini mengandalkan empat satelit untuk memantau hot spot, menggabungkan sumber daya manusia, dan teknologi.



Sumber: BeritaSatu.com