Presiden: Belum Siap New Normal, Jangan Dipaksa

Presiden: Belum Siap New Normal, Jangan Dipaksa
Presiden Jokowi. (Foto: istimewa)
Stefi Thenu / CAH Selasa, 30 Juni 2020 | 16:22 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo meningatkan kepala daerah untuk memperhitungkan betul kondisi daerahnya sebelum memulai tatanan hidup normal baru (new normal).

"Jangan sampai buka new normal tetapi keadaan data masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa, sehingga tahapan-tahapan betul-betul disiapkan," tegas Jokowi, dalam arahannya kepada bupati dan wali kota se-Jateng di Semarang, Selasa (30/6/2020).

Presiden meminta seluruh kepala daerah di Jawa Tengah agar menjalankan tiga tahapan dalam pelaksanaan tatanan kehidupan baru, yakni prakondisi, timing, dan prioritas pembukaan sektor.

Baca JugaKunjungi Jateng, Jokowi: Jangan Sampai Muncul Second Wave Covid-19

Ia mengingatkan dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk soal new normal, harus benar-benar berbasis data. Juga memperhatikan analisis dan saran dari para pakar.

"Setiap kita buat kebijakan, buat policy, betul-betul tolong yang namanya data science itu dipakai. Kedua, saran-saran dari para scientist juga dipakai sehingga memutuskan betul-betul tepat sasaran," kata Jokowi

Terkait penerapan new normal, menurut Jokowi harus memiliki timing yang tepat. Jangan sampai angka reproduksi Covid-19 masih tinggi, namun tempat-tempat umum justru telah diperbolehkan buka.

Baca JugaPesan Jokowi untuk Ganjar: Gunakan Data Science Sebelum Buka New Normal

"Timingnya harus tepat, jangan sampai Rt masih tinggi di atas 1, Ro masih tinggi kita berani buka. Hati-hati, jangan buat kebijakan tanpa data science yang jelas," tegasnya.

Setelah new normal diterapkan, Jokowi meminta para kepala daerah untuk rutin memonitor dan mengevaluasinya setiap pekan. Jika kasus corona kembali meningkat, tempat-tempat umum diminta kembali ditutup.

"Kalau keadannya naik, ya tutup lagi. Harus berani seperti itu, berani memutuskan. Tidak bisa lagi kita memutuskan sebuah kebijakan tanpa dilihat yang namanya data science dan masukan dari para pakar," tandas Jokowi.

Baca JugaDipantau Setiap Hari, Jokowi Tegur Menteri yang Belanja Covid-19nya Rendah

Jokowi juga menegaskan mengenai strategi penanganan Covid-19 saat ini, yakni soal karantina lokal yang dinilainya lebih efektif dibandingkan mengarantina tingkat kota atau kabupaten.

"Menurut saya, posisi sekarang ini strategi intervensi yang berbasis lokal itu yang paling efektif untuk menangani Covid, strategi intervensi yang berbasis lokal, jadi mengkarantina, mengisolasi RT, mengisolasi RW, mengisolasi kampung atau desa itu lebih efektif daripada kita mengkarantina kota atau kabupaten, ini lebih efektif, jadi strategi ini agar kita pakai bersama-sama sehingga kita harapkan terjadi penurunan di Rt maupun di R0," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com