Wali Kota Bengkulu Kembali Izinkan Masyarakat Gelar Pesta Pernikahan

Wali Kota Bengkulu Kembali Izinkan Masyarakat Gelar Pesta Pernikahan
Ilustrasi. (Foto: ist)
Usmin / YUD Selasa, 30 Juni 2020 | 19:21 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan menyatakan bahwa mulai Juli 2020, masyarakat kembali diizinkan untuk menggelar pesta pernikahan baik di ruang tertutup maupun lapangan terbuka. Pesta pernikahan diperbolehkan untuk digelar dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Mulai awal Juli ini, Wali Kota Bengkulu, mengizinkan kemnbali masyarakat menggelar acara pesta pernikahan di daerah ini asalkan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan karena kasus positif Covid-19 di Bengkulu, mulai melandai," kata Kepala Infokom Kota Bengkulu, Eko Agusrianto, di Bengkulu, Selasa (30/6/2020).

Wali Kota Bengkulu mengizinkan kembali warga menggelar pesta pernikahan baik di ruangan tertutup maupun dilapangan terbuka sesuai dengan surat edaran (SE) wali kota No 450/18/B.Kesbangpol tahun 2020.

Dalam SE tersebut, dijelaskan warga yang akan menggelar acara pesta pernihakan harus mematuhi protokol kesehatan, di antaranya wajib menyediakan handsanitaser, tempat cuci tangan pakai sabun di lokasi pesta dan setiap undangan wajib memakai masker.

Selain itu, jumlah tamu diruangan tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas daya tampung gedung bersangkutan, jarak tamu duduk satu sama lain maksimal 1 meter dan setiap tamu undangan sebelum masuk ke dalam gedung acara wajib diperiksa suhu tubu.

Penyelenggara pesta hanya diizinkan menyediakan nasi kotak. Hal ini untuk mengantisipasi terjadi kerumunan di pesta saat antre makan. "Syarat ini wajib dipatuhi oleh masyarakat Kota Bengkulu, yang akan menyelenggarakan pesta pernikahan di era kehidupan baru atau new normal," ujarnya.

Eko menambahkan, warga dilarang menggelar pesta perkawinan pada malam hari dan acara pesta dilarang menggelar lomba domino dan kartu song, serta musik. Sebab, ketiga acara ini berpotensi mengumpulkan orang banyak, sehingga rawan terjangkit virus corona.

Warga yang demam, batuk flu, sakit kepala, sakit tenggorokan dan nyeri badan, serta sesak napas tidak diizinkan datang ke acara pesta perkawinan, karena berpotensi terjangkit virus corona atau Covid-19.

"Sejumlah butir persyaratan acara pesta pernikahan yang tercantun dalam SE Wali Kota Bengkulu tersebut, wajib dipetuhi masyarakat, khususnya bagi penyelenggara pesta perkawinan. Jika syarat ini tidak dipatuhi oleh penyelenggara pesta bisa diberikan tindakan oleh petugas setempat, termasuk Satpol PP," ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Bengkulu menambahkan, selain persyaratan tersebut wajib dipenuhi penyelenggara pesta juga wajib mengurus surat izin dari Kepolisian setempat dan siap melaksanakan pesta denga menerapkan protokol kesehatan.

"Ini semua kita lakukan untuk mengantisipasi wabah virus corona atau Covid-19 di Bengkulu. Jika kita menerapkan protokol kesejatan pada setiap acara pesta perkawinan akan terhindar dari terjangkit virus mematikan tersebut," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com