Ombudsman Sumut Ungkap Dugaan Kecurangan PPDB Online

Ombudsman Sumut Ungkap Dugaan Kecurangan PPDB Online
Ilustrasi penerimaan peserta didik baru. (Foto: Antara)
Arnold H Sianturi / FMB Selasa, 30 Juni 2020 | 19:25 WIB

Medan, Beritasatu.com - Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) menerima laporan dugaan kecurangan dalam proses seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) online pada tiga kabupaten maupun kota di Sumut.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, laporan dugaan kecurangan dalam PPDB online itu lewat jalur zonasi oleh panitia seleksi di Kota Medan, Kabupaten Asahan dan Simalungun.

"Proses pelaksanaan PPDB tingkatan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) online itu rentan dengan berbagai permasalahan," ujar Abyadi, Selasa (30/6/2020).

Abyadi mengungkapkan, kecurangan yang dilaporkan itu ditemukan lewat jalur zonasi. Ada peserta yang jarak rumahnya lebih dekat dengan sekokah justru tidak diloloskan. Sebaliknya, yang lebih jauh diluluskan.

"Kami juga menerima laporan bahwa ada peserta yang menyertakan surat keterangan domisili, sehingga menimbulkan kesan tiba-tiba pindah rumah. Ada dugaan permainan dalam surat keterangan itu," ungkapnya.

Kemudian, ada dua kecamatan di Kecamatan Jawa Meraja dan Kecamatan Hatonduon, Kabupaten Simalungun, yang tidak memiliki SMAN dan SMKN. Ketika peserta mengikuti seleksi maka otomatis tidak lolos.

"Kita menduga ada permainan dari oknum-oknum tertentu terkait seleksi PPDB online itu, yang memberikan celah informasi agar orangtua dari calon peserta didik itu melakukan kecurangan," sebutnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) sudah mengumumkan hasil seleksi tahap II jalur donasi dalam penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021. Dari 149.552 calon peserta didik yang mendaftar, angka kelulusan sebanyak 67.301 orang.

Sekretaris Panitia PPDB Sumut, Saut Aritonang menyampaikan, masih ada kuota yang kurang untuk 209 sekolah menengah atas negeri (SMAN) dengan jumlah kursi kekurangan sebanyak 10.342 dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) pada 613 kompetensi keahlian.

"Untuk kompetensi keahlian mengalami kekurangan sebanyak 11.703 kursi. Pada tahap pertama, jumlah peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 58.392 siswa. Secara keseluruhan, jumlah pendaftar sebanyak 294.783 orang," ujar Saut Aritonang.

Saut mengatakan, proses seleksi lewat jalur zonasi berjalan lancar. Tidak ada ditemukan bentuk kecurangan dari calon peserta didik. Meski lancar, masih banyak calon peserta didik yang tidak teliti saat mendaftar. Sehingga, tidak sedikit dari jumlah mereka yang tidak diloloskan.

Untuk di Sumut, total jumlah sekolah SMAN dan SMKN sekitar 760 sekolah. Jumlah ini dengan perincian, jumlah SMAN sebanyak 621 sekolah dan SMK Negeri sebanyak 139 sekokah. Atas kekurangan kuota itu, Disdik Sumut akan memberikan laporan kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. 



Sumber: BeritaSatu.com