Pembobol M-Banking Modus SIM Card Hilang Dibekuk

Pembobol M-Banking Modus SIM Card Hilang Dibekuk
Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri menangkap tiga orang tersangka pembobol M-Banking yang tergabung dalam sindikat Tulung Selapan Tipsani (tipu sana sini). (Foto: istimewa)
Farouk Arnaz / CAH Selasa, 30 Juni 2020 | 20:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pembobolan rekening bank dengan modus pergantian SIM card kembali terjadi. Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri menangkap tiga orang tersangka yang tergabung dalam sindikat Tulung Selapan Tipsani (tipu sana sini).

Ketiganya ditangkap di Tulung Selapan, sebuah kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Beberapa kali sudah pelaku dengan modus serupa ditangkap di sana.

Tiga tersangka itu yoitu berinisial NA yang berperan sebagai pengambil alih kepemilikan nomor telepon korban.

“Lalu AN berperan sebagai orang yang mendapatkan data nasabah korban dan MA berperan menyalurkan kembali data nasabah korban kepada tim lain yang bisa mengakses dan mengambil alih internet banking,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhart dalam keterangannya Selasa (30/6/2020).

Modusnya adalah tersangka menggunakan surat kuasa palsu dan datang ke provider telepon. Ia mengaku nomor HP yang digunakan telah hilang.

Setelah SIM card baru dikuasai dan dapat dihidupkan kembali segala bentuk akses dapat dioperasikan pelaku termasuk akses Internet Banking korbannya yang berinsial J.

Pelaku lalu mentransfer uang yang ada di rekening J kepada beberapa rekening milik tersangka. Kerugian yang dialami korban adalah sebesar Rp 415.596.464.

“Data sasaran korban didapatkan tersangka secara acak atau random,” imbuhnya.

Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk memggali bagaimana cara acak itu bisa berhasil dan kemungkinan pelaku lain.



Sumber: BeritaSatu.com