Kemdes Gunakan Teknologi Tepat Guna untuk Pemulihan Ekonomi Desa

Kemdes Gunakan Teknologi Tepat Guna untuk Pemulihan Ekonomi Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 30 Juni 2020 | 21:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) memanfaatkan teknologi tepat guna (TTG) untuk memulihkan perekonomian desa.

Bersama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), Kemdes mengadakan program "One Village One Innovation" yang memberikan pendampingan bagi 126 desa dengan catatan terfokus pada TTG.

Selain pemerintah, program ini akan melibatkan tiga sektor lainnya yakni offtaker atau kalangan dunia usaha, kampus dan komunitas sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, dirinya sudah meresmikan program serupa di Kawasan Wisata Goa Pindul di Gunungkidul, Yogyakarta. Yakni Bejiharjo Edupark yang merupakan program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL).

Menteri Halim mengatakan, inovasi desa terfokus pada TTG dan pengembangan ekonomi lokal program inovasi desa (PELPID). Pengembangan kedua hal ini perlu kerja sama dengan pihak lain yang berkaitan seperti Kemristek.

"Untuk itu, Kemdes PDTT harus mempersiapkan data yang solid dari sejumlah program TTG yang telah dilakukan dan memastikan model yang bakal dikembangkan," ungkap Gus Menteri, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Dirinya berharap TTG yang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terlebih dahulu diutamakan. Setelah itu, Kemdes tidak akan hanya fokus pada TTG yang dikembangkan oleh BUMDes, tetapi juga pengembangan lebih lanjut TTG di desa tersebut.

Gus Menteri menambahkan, Kemdes PDTT nantinya memiliki data yang solid untuk penentuan skala prioritas untuk dikembangkan dengan catatan memiliki daya ungkit ekonomi.

"Hal ini perlu segera dilakukan karena pasca Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Kemdes PDTT harus bicara soal produktifitas ekonomi desa dan pedesaan," jelasnya.

Kemdes PDTT pun disebut harus fokus pada pembangunan geliat ekonomi di desa dari berbagai sektor dan perspektif sebagai bagian dari pemulihan ekonomi desa pasca pandemi Covid-19. Misalnya, BUMDes, program ketahanan dan diversifikasi pangan, serta penguatan manajemen produksi.

Seluruh potensi yang dimiliki ini nantinya akan ditata ulang dan direvitalisasi dengan maksimal.

"Perlu pemetaan ulang berbagai hasil produk inovasi desa dan pengembangan ekonomi lokal yang miliki daya ungkit ekonomi," kata Gus Menteri.

Dirinya kemudian mencontohkan desa wisata. Desa wisata harus memiliki standarisasi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata, serta daya tarik yang tinggi. Kemdes pun disebut dapat menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun fasilitas jalan agar lebih mudah terjangkau oleh pengunjung.

"Ini prioritas untuk segera dilakukan agar pasca BLT Dana Desa, ada langkah untuk daya ungkit ekonomi untuk recovery desa," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com